Represi terhadap aksi unjuk simpati untuk warga Palestina rupanya cukup tinggi di Amerika Serikat
Menurut laporan dari Al Jazeera, rupanya banyak pengunjuk rasa yang masa depannya rawan tersandera, khususnya pada mahasiswa atau freshgraduate.
Hal ini disebabkan adanya ketakutan akan penolakan saat mencari kerja cuma gara-gara menyatakan dukungan untuk Palestina.
Mohammed, seorang mahasiswa Universitas Cornell yang meminta untuk disebut dengan nama samaran, sangat berhati-hati dalam menghadiri demonstrasi pro-Palestina.
"Orang-orang merasa takut sampai-sampai mereka tidak mau menghadiri demonstrasi lagi," kata Mohammed.
"Orang-orang khawatir tentang masalah pekerjaan."
Ketika demonstrasi terus berlanjut di seluruh Amerika Serikat, para pengunjuk rasa yang berdemonstrasi untuk perjuangan Palestina menjadi semakin gelisah dengan dampak profesional yang mungkin mereka hadapi dalam mengekspresikan pikiran mereka.
Ketakutan tersebut telah terwujud dalam beberapa kasus terkenal. Pada 22 Oktober, seorang agen papan atas Hollywood mengundurkan diri dari dewan Creative Artists Agency (CAA) di tengah-tengah reaksi keras setelah ia membandingkan tindakan Israel dengan "genosida" di media sosial.
Dan pada 26 Oktober, editor majalah Artforum dipecat setelah dia menerbitkan surat terbuka dari para seniman yang menyerukan "diakhirinya pembunuhan dan melukai semua warga sipil".
Namun para ahli mengatakan bahwa para mahasiswa merupakan menjadi yang paling rentan kena diskriminasi.
Mereka sering kali hanya memiliki sedikit pengalaman dan jaringan profesional yang tidak terlalu luas untuk dijadikan batu loncatan jika mereka menghadapi reaksi keras dalam karir mereka yang baru saja dimulai.
Bagi Mohammed, efeknya adalah pembungkaman. Ia menyadari bahwa rekan-rekannya "tidak ingin berada di garis depan" dan membatasi advokasi publik mereka karena takut mereka juga akan kehilangan kesempatan profesional.
"Saya kira orang-orang hanya berpikir, 'Apa pun yang kita lakukan, kita akan selalu dijelek-jelekkan. Jadi apa gunanya berbicara?" pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Tak Perlu Panik Bertransaksi Selama Libur Lebaran 2026, 186 Kantor Cabang BRI Tetap Beroperasi
-
Selama Libur Lebaran, BRI Optimalkan 186 Kantor Cabang di Berbagai Lokasi Strategis
-
BRI Sediakan Berbagai Layanan Keuangan Andal untuk Kebutuhan Nasabah Sepanjang Libur Lebaran
-
BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam
-
Ketinggalan 1 Rakaat Salat Idulfitri? Ini yang Harus Dilakukan agar Ibadah Tetap Sah
-
Ini Rute Favorit Pemudik dari Bandara Makassar Jelang Lebaran 2026
-
BRI Sediakan Layanan Transaksi Keuangan Andal hingga Super App BRImo di Libur Lebaran
-
Drama Mudik di Senen: Ditipu Tiket Rp540 Ribu, Pasutri Beruntung Diselamatkan Aksi Cepat Polisi
-
Libur Lebaran, BRI Andalkan 1,2 Juta BRILink Agen, 627 Ribu Jaringan E-Channel hingga Super App
-
Broken Strings Cerita Aurelie Moeremans Jadi Korban Child Grooming Diangkat ke Layar Lebar