Perkara jumlah pasangan calon yang bertarung di Pemilihan Presiden 2024 masih menjadi perdebatan. Keberadaan presidential threshold 20% lah yang disebut-sebut membatasi jumlah paslon.
Banyak yang kemudian menarasikan presidential threshold 20% sebagai akal-akalan agar hanya ada dua paslon yang menjadi peserta yang kemungkinan besar bisa dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu.
Namun politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu mempunyai pandangan berbeda mengenai hal ini. Dengan terang-benderang Adian menyebut idealnya memang hanya dua paslon yang bertarung di Pilpres 2024.
"Mau berapapun ujungnya akan dua," tutur Adian. Sebab menurutnya tidak mungkin ada paslon yang mampu memenuhi syarat 50+1 bila ada 3 pasang kandidat.
"Akan ada putaran kedua dan putaran kedua tinggal dua (paslon) juga. Jadi kalau ujung-ujungnya dua (paslon) kenapa tidak dari sekarang," ujar Adian di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, dikutip Suara Manado pada Rabu (23/11/2022).
"Karena kalau dua putaran, berarti negara akan keluarkan lagi anggaran Rp15-20 triliun, kan uang itu sayang. Tapi kalau ada yang berpikir lain, 'Enggak ini demi demokrasi' ya silakan," sambungnya.
Adian menilai uang tersebut akan lebih bermanfaat untuk menyejahterakan rakyat alih-alih "dibuang-buang" demi penyelenggaraan Pemilu. Karena itulah ia mendorong untuk sejak awal diikuti dua paslon saja.
"Jadi menurut bung Adian idealnya dua ya?" tanya Zulfan Lindan.
"Kalau kemudian kita mau menghemat anggaran negara, kita tidak mau polarisasinya panjang, kita mau Pilpres selesai lalu kembali kepada kesibukannya, pada kehidupan kesehariannya, memperbaiki ekonominya, sekolah, keluarganya, ya semakin cepat semakin baik tentunya, artinya tidak dua putaran," tutur Adian.
Baca Juga: DPR soal Surpres Penggantian Panglima TNI: Mudah-mudahan Pekan ini, Bisa Besok, Lusa atau Sekarang
Selain jumlah paslon, Adian juga mengungkap beberapa hal yang dinilai mampu meredam polarisasi pasca Pemilu. Salah satu hal yang disinggungnya adalah soal politik identitas.
"Dalam proses ini, calon-calon pemimpin bangsa mana yang kemudian menggunakan politik identitas, bagaimana cara dia berpikir tentang keberagaman, bagaimana cara dia berpikir tentang ideologi, negara kesatuan, hak-hak rakyat, itu kan mengalir," terang Adian.
"Pada akhirnya rakyat akan menjadi hakim terakhir dari pilihan-pilihan itu," pungkas Adian.
Tag
Berita Terkait
-
Seruan Ketua KAHMI ke Kader di 2024: YAKUSA Anies Baswedan Presiden!
-
Ganjar Moncer Tapi PDIP Tak Pilih Capres Tergantung Survei, Adian: Kita Tak Jualan Susu Kaleng!
-
'Cinta Segitiga' AHY-Anies-Aher Bikin Kusut Koalisi Perubahan, Pengamat Yakin: Nanti yang Dipilih...
-
Andai Anies Jadi Presiden, Politisi PDIP Khawatir Antitesa Jokowi Tak Lanjutkan IKN
-
Soal Isu Puan Didukung Elite PDIP, Loyalis Megawati: Masa Kita Mencegah Keinginan
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Diduga Masih Hidup, Keluarga Putuskan Hentikan Pencarian NS yang Hilang di Sungai Brantas
-
Kekayaan Alam Diekspor, Tagihannya Dipulangkan kepada Rakyat
-
Doa Hari Pertama Masuk Sekolah, Amalkan agar Diberi Kelancaran dan Kemudahan
-
Promotor Ungkap Konsep Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Dibuat Lebih Intim dan Eksklusif
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka Pemerasan, Pemprov Jateng Belum Tunjuk Plt
-
The Diary of a Young Girl: Catatan Anne Frank yang Menjadi Saksi Kelam Holocaust
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Pakar Hukum Ungkap Dampak Ketegangan Polisi dan Jaksa: Bisa Jadi Celah Para Koruptor