/
Minggu, 27 November 2022 | 16:52 WIB
Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan (Dok.Antara)

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muhammada Guntur Romli menyentil dan mengkritik keras Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan.

Hal itu buntut dari dugaan pernyataan Kapolres Cianjur soal pencabutan label gereja di tenda bantuan yang viral dianggapnya bukanlah aksi intoleran.

Melalui akun Twitternya, @GunRomli, menyebut bahwa pernyataan Kapolres Cianjur tersebut blunder. Sebab aksi pencopotan label geraja itu dinilai jelas aksi intoleran.

"Blunder ini pernyataan Kapolres Cianjur, jelas2 itu aksi intoleransi, nyopot2in label, lagian label2 kyak itu biasa ada di bantuan2 yg lain, knp yg dr gereja hrus dicopot?" kata Guntur Romli dikutip Suara Manado, Minggu (27/11/2022).

Guntur Romli menyebut bahwa aksi pencopotan label adalah sebuah bentuk provokasi. 

Kapolres Cianjur dinilai seharusnya menindak lanjuti aksi provokasi sejumlah oknum tersebut.

"Bukannya sibuk & fokus menyebarkan bantuan tp malah mengganggu bantuan2 yg datang. Seperti halnya penghadangan bantuan2 tempo hari. Kapolres Cianjur harusnya menindak aksi provokasi macam itu, bukan malah ngasih angin," ungkapnya.

Menurutnya, label gereja yang tertempel di tenda bantuan dalam ukuran yang wajar merupakan hal yang biasa ada di setiap bantuan.

Pemberian label itu memiliki tujuan untuk memperlihatkan adanya transparasi, dokumentasi dan laporan.

Baca Juga: Lawan Jerman Kali Ini Haus Gol, Flick Yakin Bisa Kalahkan Spanyol

"Selama tdk disalahgunakan, knp hrus diganggu? Knp alergi dgn bantuan2 yg beda agama, Pelatih Timnas Saudi saja bukan orang Islam & tdk menikah," pungkasnya.

Melansir SuaraCianjur.id, Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap ormas yang mencopot label gereja di tenda bantuan korban gempa Cianjur

Namun begitu, polisi tidak melanjutkan proses hukum terhadap ormas tersebut. 

“Sudah diperiksa tadi malam, sudah berjanji tidak akan mengulangi,” kata Doni, seperti yang dikutip dari akun Instagram, @visitcianjur, yang dilihat pada Minggu (27/11/2022). 

Doni menegaskan, jika hal tersebut kembali terulang, pihaknya akan melakukan proses hukum.

“Kalau terjadi lagi, kita akan proses hukum,” sambungnnya.

Load More