/
Senin, 28 November 2022 | 13:20 WIB
Jokowi dan Anies Baswedan (Suara.com/Kolase)

Ahli Tata Negara Refly Harun membandingkan massa yang hadir di perpisahan Gubernur Anies Baswedan dan massa relawan Jokowi di Gelora Bung Karno (GBK) Sabtu (26/11/2022).

Diketahui bahwa sebelumnya diadakan acara relawan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang bertajuk Nusantara Bersatu di GBK. 

Dalam hal ini Refly Harun berkomentar soal adanya dugaan bahwa relawan yang datang ke GBK bukan relawan asli namun massa yang dimobilisasi. 

Refly lebih lanjut menyebutkan soal perbedaan massa yang genuine atau murni dan massa yang dimobilisasi. 

Menurut Refly, relawan yang dimobilisasi adalah relawan yang datang bukan karena kehendaknya sendiri, sementara relawan yang genuine merupakan mereka yang datang atas kemauan sendiri. 

"Contoh misalnya ketika pelepasan Anies Baswedan, itu kelihatan itu bukan dimobilisasi itu betul-betul orang peegn lihat walaupaun tujuannya macam-macam. itu genuine tidak dimobilisasi," kataRefly Harun di kanal YouTube miliknya. 

"Kalau di mobilisasi itu ya seperti di GBK ini, saya kebetulan pagi datang bagaimana bus men-deploy orang yang datang nah itu ciri mobilisasi begitu, kalau tidak dimobilisasi mereka datang tidak teratur biasanya ya mereka datang begitu saja," imbuhnya. 

Refly Harun lebih lanjut menyoroti deretan bus-bus pengantar massa relawan Jokowi di GBK. 

"Tapi kalau kemarin mereka diangkut dengan bus dari berbagai daerah lalu busnya itu langsung menuju ke GBK, kalau acara lain kan enggak boleh parkir di samping Gatot Subroto, tapi khusus acara Jokowi diperbolehkan," kata Refly Harun. 

Baca Juga: Kabar Ruhut Sitompul Ditangkap Ternyata Disuruh Jokowi Jatuhkan Anies Baswedan, Benarkah?

"Harusnya orang datang berbagai macam, naik sepeda, naik motor, jalan kaki. Tapi ini rapi sekali kan, bus datang dari berbagai daerah berarti ada yang menyewakan bus ada yang mengkoordinir," imbuhnya. 

Load More