Manado.suara.com - Rebecca Klopper ternyata telah membuat laporan atas dugaan pemerasan yang dia alami, terkait video syur yang memuat dirinya, pada bulan Oktober 2022 silam.
Laporan terbaru Rebecca Klopper ini sebenarnya bukan kali pertama dia melaporkan pemerasan yang dia alami. Sebelumnya, pada tanggal 6 Oktober 2022, Rebecca juga telah melaporkan kasus serupa kepada polisi.
Laporan tersebut diajukan oleh kuasa hukumnya, Ramzi, yang juga mewakili Rebecca dalam kasus sebelumnya.
Dalam kasus pertamanya, polisi berhasil menetapkan dua tersangka yang kemudian ditahan selama hampir dua bulan.
Namun, mereka akhirnya dibebaskan melalui proses restorative justice. Restorative justice merupakan sebuah mekanisme penyelesaian kasus di luar pengadilan yang berfokus pada pemulihan kerugian dan rekonsiliasi antara korban dan pelaku.
Pada tanggal 26 Mei 2023, Rebecca Klopper secara resmi mengajukan laporan polisi di Bareskrim Polri terkait pemerasan dan pengancaman yang dia alami.
Ramzi, kuasa hukumnya, menjelaskan bahwa pemerasan tersebut berhubungan dengan sebuah video. Rebecca menjadi korban pemerasan ketika video tersebut diungkapkan dan digunakan untuk memaksa dan mengancamnya.
Dalam pernyataannya, Ramzi menyatakan bahwa laporan polisi telah diproses dan akhirnya dicabut pada tanggal 28 November 2022 melalui restorative justice.
Baca Juga: CEK FAKTA: Hari Ini Fadly Faisal Resmi Tersangka dan Terancam 20 Tahun Penjara
“Sudah diproses bahkan saya sudah mencabut laporannya pada 28 November 2022, diselesaikan dengan cara restorative justice,” sambungnya
Ini menandakan bahwa terdapat perdamaian antara Rebecca dan tersangka, yang salah satunya merupakan teman Rebecca sendiri. Ini menunjukkan bahwa mereka berdua telah mencapai kesepakatan damai untuk menyelesaikan masalah ini di luar pengadilan.
Ramzi menjelaskan bahwa Rebecca tidak memiliki hubungan dekat dengan salah satu tersangka, baik sebagai mantan pacar maupun teman dekat. Ini menunjukkan bahwa tindakan pemerasan dapat terjadi antara siapa saja, bahkan di antara orang-orang yang tidak saling mengenal dengan baik.
Dua tersangka dalam kasus ini adalah RFM dan NR, keduanya adalah laki-laki. Mereka mengirim pesan ke Rebecca melalui pesan langsung (DM) dari akun anonim, mengancam akan menyebarkan video tersebut jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
“Inisialnya satu RFM dan satu lagi NR tersangkanya dua duanya laki-laki,” kata Ramzi.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Hari Ini Fadly Faisal Resmi Tersangka dan Terancam 20 Tahun Penjara
-
Video Syurnya Dilihat Se-Indonesia seperti Rebecca Klopper, Gisella Anastasia: Bukan Kontrol Kita
-
Diduga Pria Mesum di Video Syur Mirip Rebecca Klopper, Rizky Pahlevi Dikenal Romantis dan Puitis
-
5 Sumber Harta Rebecca Klopper dan Peran Fadly Faisal Bantu Isi Pundi-Pundi Rupiahnya
-
Baju Rebecca Klopper saat Goyang Bareng Fadly Faisal: Kayak Baju Dinas Para Istri
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak