Metro, Suara.com – Bahtera Mitra Mahardhika (BMM) mengunjungi Kelompok Tani Hutan (KTH) Maju Mapan, Sekampung Udik, Lampung Timur akhir pekan kemarin, Sabtu 18 Juni 2022. Kunjungan ini dalam rangka melakukan pendampingan kepada kelompok tani khususnya pembibitan buah Alpukat varietas Siger yang menjadi produk unggulan Provinsi Lampung.
BMM merupakan LSM yang berada di Yogyakarta, berdiri sejak 14 Februari 2014. Kunjungan ini, sesuai dengan misi BMM selaku pegiat sosial ekonomi dan lingkungan hidup . Dalam kunjungan ini, BMM diwakili langsung Ketua Perwakilan BMM Jakarta Raya beserta beberapa anggotanya. Turut serta dalam kegiatan ini Pembina dan juga Dewan Pengurus BMM dari Jakarta.
Kunjungan ini diterima dan disambut hangat oleh Bapak Purwanto selaku Ketua Kelompok Tani Maju Mapan, Pembina KTH Maju Mapan Bapak Aprianto dan jajaran pengurus lainnya.
Ketua BMM Perwakilan Jakarta Setya Pribadi mengatakan, kunjungan ini dalam rangka belajar bersama para petani pengembangan bibit buah utamanya Alpukat Siger yang menjadi unggulan di kelompok tani ini.
“Terimakasih kepada bapak-bapak dari KTH Maju Mapan atas sambutannya, kami dari BMM Perwakilan Jakarta Raya yang merupakan pegiat sosial yang berkantor Pusat di Yogyakarta sangat tertarik untuk mengupas varietas Alpukat lokal yaitu Alpukat Siger dan ingin sharing bersama mengenai pembibitan khususnya Alpukat Siger yang selama ini dijalani KTH Maju Mapan dan merupakan produk unggulan dari Lampung,” katanya membuka acara.
Dari perwakilan kelompok tani Purwanto mengatakan daerah Sekampung Udik sebagian masuk dalam kawasan hutan . Untuk itu, masyarakat bekerjasama dengan pihak kehutanan untuk menjaga kawasan hutan ini.
“Di daerah kami ini separoh desanya masuk hutan kawasan. Sehingga dengan seiring waktu berkembangnya varietas Siger ini kami berharap kepala balai (kehutanan) melirik, agar bisa dikembangkan oleh petani. Sehingga kami mendapatkan amanat untuk mengembangkan varietas Siger bersama kelompok tani, ketika itu belum ada kelompok tani, baru kemudian kami membentuk KTH 2 tahun lalu,” ungkapnya.
Sebagai KTH terusnya, mereka juga harus mengembangkan Alpukat Siger.
“Alpukat Siger menjadi produk unggulan kami, amanatnya kami juga harus mengembangkan alpukat Siger, namun kami juga mengembangkan alpukat varietas lain berbasis pasar. Misalnya ada permintaan varietas Miki, Aligator, kami siapkan. Tapi fokus 90 persen kita produksi bibit Alputar Siger,” jelasnya.
Terkait pemasaran pun, terus pria yang akrab disapa Mas Pur ini, mereka memiliki pengepul sendiri.
“Kami juga terkoneksi dengan masyarakat dan pemerintah daerah, kelompok tani lain, sehingga distribusi bibit kami tidak terbatas di program kehutanan, kami bermitra dengan kehutanan tetapi juga berbasis pasar. Dari hulu sampai hilir kami siapkan, dari bibit sampai penjualan ke pasar ada pengepulnya juga,” tandasnya.
Karena itu, ia berharap pendampingan dan diskusi dari BMM untuk pengembangan kelompok tani di Lampung.
“Kami mohon bimbingan dan masukan untuk pengembangan KTH Maju Mapan ini,” pungkasnya.
Pertemuan ini kemudian berlangsung dengan diskusi hangat. Kelompok tani antusias dengan kedatangan BMM yang sebagian besar alumnus sekolah tinggi pertanian. Di akhir acara BMM kemudian menyerahkan cinderamata kepada perwakilan kelompok tani dan ditutup foto bersama.
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup