Metro, Suara.com-Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Puspeka Kemendikbudristek) menggelar kegiatan kampanye digital (Digital Campaign Activity). Kampanye ini bertujuan untuk mendorong rasa bangga generasi muda terhadap Pancasila.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Penguatan Karakter (Kapuspeka) Hendarman menjelaskan bahwa kampanye ini menyasar para pelajar pada jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, dan perguruan tinggi yang aktif menggunakan media digital. “Kami di Puspeka ingin memunculkan kecintaan, kebanggaan dengan Pancasila. Kami pilih kampanyenya digital karena ini adalah medium yang sangat dekat dengan generasi muda. Strategi ini dibuat untuk membangun perhatian yang melibatkan pelajar melalui aktivasi kreasi,” tuturnya dalam acara Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) “Pelajar Pancasila Bangga Punya Pancasila” yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemendikbud RI, Kamis (30/6).
Lebih lanjut Kapuspeka mengutip hasil penelitian dari We Are Social pada Februari 2022, rata-rata penggunaan internet per harinya usia 16-48 tahun adalah 8 jam 36 menit. Menurut Hendarman, sangat disayangkan kalau potensi ini tidak digunakan untuk hal positif salah satunya adalah untuk menambah kecintaan terhadap Indonesia. Kegiatan kampanye digital dalam bentuk aktivitas kreasi yang bertujuan untuk meningkatkan kontribusi generasi muda dalam memaknai nilai luhur Pancasila.
“Dengan cara yang menarik yakni menampilkan kemampuan artistik dan kreatif ini, harapannya generasi muda akan bersama-sama menjadi bagian dari kampanye. Dengan demikian, mereka bisa memahami nilai luhur Pancasila dan mampu melaksanakan peran dan tanggung jawabnya dalam menjunjung ideologi bangsa dan negara,” ujar Hendarman.
“Biarkan anak-anak kita bertanya karena ini proses mereka bernalar kritis, berikan motivasi anak-anak untuk banyak mencoba bersama lingkungannya untuk memahami nilai gotong royong. Kita juga harus melihat situasi yang terjadi di luar negara kita (untuk belajar). Kita harus berakhlak mulia kepada Tuhan, diri sendiri, sesama, lingkungan, dan negara. Kita dengan banyak coba jadi mandiri untuk berkarya. Proses yang komprehensif inilah yang mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang keberhasilannya akan sangat tergantung pada sinergi antartiga ekosistem pendidikan,” ditambahkan Kapuspeka.
Gelaran Aktivasi Kreasi sudah dilakukan sejak tanggal 8-26 Juni 2022 yaitu aktivasi kreasi mewarnai jenjang PAUD hingga jenjang SD dan aktivasi kreasi coach story Instagram dengan menggunakan fitur di Instagram untuk jenjang SMP, SMA, SMK, perguruan tinggi, dan masyarakat umum.
Praktisi komunikasi, Dian Aris Maulana menilai kampanye digital sebagai strategi yang tepat.
“Contohnya di Instagram yang saya lihat sangat mungkin anak-anak muda ini mengajak teman mereka untuk ikut acara tersebut atau berkampanye. Di Instagram banyak yang posting. Saya juga bagikan konten-konten positif tentang bangga terhadap Pancasila ke teman, keluarga dan tetangga saya,” jelasnya.
Aris Maulana menambahkan bahwa media sosial merupakan media yang efektif untuk berkampanye. “Saya mendukung karena kanalnya sangat pas dan audiensnya generasi muda. Ini salah satu indikator di mana kampanye sosial ini sukses. Saya harap ini bisa dilaksanakan secara kontinu, masif, dan kreatif lagi agar semakin banyak anak-anak muda di masa mendatang yang terlibat,” lanjut Aris.
Baca Juga: Pelaku UMKM Harus Perkuat Inovasi dan Pahami Selera Pasar
Ia juga menyarankan agar ke depannya Kemendikbudristek bisa merambah media kampanyenya melalui aplikasi Tik Tok, Twitter, bahkan status Whatsapp yang umum digunakan oleh masyarakat awam.
“Karena kanal-kanal tersebut sangat berpengaruh. Apalagi kalau kementerian juga mengoptimalkan kampanye secara luring tidak hanya daring, seperti lokakarya (workshop), seminar, dan kunjungan (roadshow) ke sekolah-sekolah,” sebutnya. Kegiatan secara luring dinilai Aris jika kampanye secara daring dan luring dioptimalkan maka pesan kampanye yang disampaikan akan lebih mengena di masyarakat.
“Karena jika di ingatan mereka (materi kampanye) sudah kuat tertanam di saat luring kita bisa dengan mudah untuk dekat dan merangkul mereka dan inilah yang mempermudah agar materi kampanye itu diterima secara masif oleh generasi muda,” pungkas Aris.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!
-
Kematian Kucing Kesayangan Jadi Pertanda, Kisah Pilu di Balik Pembunuhan Gadis Bogor
-
Jelang Libur Idul Adha, Promo Alfamart Bikin Kalap: Sosis Korea Rp5.900 hingga Kanzler Murah
-
Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Nekat Titip Siswa di Sekolah Maung, Kepsek Langsung Dipecat
-
Diduga Gara-gara Kopi, Menantu di Empat Lawang Tega Habisi Ibu Mertua lalu Buang ke Sungai
-
Cekcok Pinjam Uang Rp600 Ribu Berujung Maut, Misteri Jasad Wanita di Pohon Melinjo Terungkap
-
Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Temuan Jasad Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
PTBA Sabet Diamond PROSPER A IRCA 2026, Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola
-
Masjid Al Afghani Tak Kunjung Rampung, DPRD Sukabumi Desak Dinas Perkim Transparan Soal Anggaran
-
Review 5 Sepatu Lari Lokal yang Katanya 'Tiru' Brand Luar, Mirip atau Beda Jauh?