Metro, Suara.com-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus berupaya melakukan akselerasi pengimplementasian The ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals (ASEAN MRA-TP) khususnya di lingkungan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) di bawah naungan Kemenparekraf/Baparekraf guna menerapkan standar kompetensi tenaga profesional bidang pariwisata.
Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sesmenparekraf/Sestama Baparekraf) Ni Wayan Giri Adnyani selaku ketua dalam penyelenggaraan National Tourism Organizations (NTOs) Indonesia, tengah memimpin imlementasi MRA-TP di Lembaga Pendidikan Vokasional, untuk memberi arah di ASEAN sesuai dengan tugas keketuaan Indonesia di ASEAN untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Salah satu upaya pengakselerasian tersebut melalui kegiatan “Workshop Perencanaan Implementasi MRA-TP ASEAN di lingkungan Politeknik Pariwisata” yang berlangsung di Gedung MICE Widyatula Politeknik Pariwisata Bali, Kamis (28/7/2022). Dalam kegiatan ini pimpinan Poltekpar Kemenparekraf juga melakukan deklarasi pengimplementasian ASEAN MRA-TP dalam pelaksanaan pendidikan.
Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sesmenparekraf/Sestama Baparekraf) Ni Wayan Giri Adnyani dalam sambutannya di kegiatan tersebut mengatakan, keseriusan Kemenparekraf dalam implementasi MRA-TP berkelanjutan adalah dengan membangun kelembagaan National Tourism Professional Board (NTPB) dan Tourism Professional Certification Board (TPCB).
“Jadi di Indonesia Alhamdulillah kita bisa saling berkolaborasi antara dua K/L (kementerian/lembaga). Tugas fungsi NTPB adalah mengontrol kualitas sistem edukasi proses MRA-TP. Nanti hasil dari pendidikan ini dilempar dari TPCB untuk menjamin mutu proses tadi apakah sudah benar. TPCB yang akan lakukan proses penjaminan mutu sertifikasi dan meregistrasi ke ASEAN,” kata Sesmenparekraf.
Saat ini proses pengimplementasian MRA-TP ASEAN telah dilakukan oleh masing-masing Poltekpar dengan skema yang masih berbeda. Sehingga diperlukan sinergi dalam visi yang sama untuk mengimplementasi ASEAN MRA-TP ini.
Oleh karenanya, Kemenparekraf/Baparekraf mendorong Poltekpar untuk menyatukan visi dalam mengimplementasi MRA-TP di Indonesia. Terlebih Indonesia saat ini berperan sebagai Ketua SDM di ASEAN, sehingga perlu mencontohkan pengembangan SDM yang berkualitas melalui MRA-TP.
ASEAN MRA-TP sendiri telah disepakati bersama oleh para Menteri Pariwisata se-ASEAN pada tahun 2012 di Thailand. Tujuannya untuk menciptakan pengakuan bersama negara anggota ASEAN dalam menerapkan standar kompetensi tenaga profesional di bidang pariwisata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria