Metro, Suara.com- Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) terus memperkuat kelembagaan koperasi nelayan melalui program pendampingan hingga terbentuk ekosistem usaha perikanan yang sehat.
“Sebagaimana arahan Bapak Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, kita akan terus memperkuat kelembagaan koperasi nelayan melalui program pendampingan, fasilitasi akses pembiayaan, akses pasar dan inovasi hingga terbentuk ekosistem usaha kelautan dan perikanan yang sehat, terhubung hulu ke hilir,” kata Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik, mewakili Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, saat peresmian Cold Storage Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra berkapasitas 300 ton di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Karangsong, Indramayu, Jumat (12/8/2022).
Riza Damanik mengatakan kelembagaan koperasi dibutuhkan nelayan untuk meningkatkan produktivitas dan menjamin kepastian akses terhadap pembiayaan, pemasaran, dan nilai tambah produk.
Peresmian Cold Storage TPI Karangsong Indramayu dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Indramayu, Jawa Barat dan dihadiri Bupati Indramayu Nina Agustina dan Anggota komisi IV DPR RI Ono Surono.
Riza mengatakan saat ini bukan lagi era nelayan perorangan atau berusaha sendiri-sendiri. Namun, sudah waktunya nelayan berkelompok atau berkoperasi.
“Hanya dengan korporatisasi nelayan berbasis koperasi maka nelayan akan semakin berkembang usahanya dan punya daya tahan lebih kuat,” katanya.
Pemerintah juga telah mengeluarkan regulasi untuk mendukung penguatan koperasi nelayan dalam pengelolaan TPI melalui PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Pada pasal 26 dinyatakan pemberdayaan koperasi di sektor kelautan dan perikanan meliputi kerja sama penyelenggaraan tempat pelelangan ikan; dan pembinaan oleh pemerintah daerah. Penyelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan dilakukan melalui kerja sama pemerintah daerah dan koperasi.
Indonesia berpotensi menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-7 di dunia di 2030. “Salah satu tindakan agresif yang perlu dilakukan adalah mendorong peningkatan produktivitas dan aspek keberkanjutan perikanan,” kata Riza.
Untuk itu KemenkopUKM akan terus mendukung dan menciptakan keragaman model bisnis, penguatan SDM, akses pembiayaan, pemasaran, dan pemanfaatan inovasi teknologi kepada koperasi-koperasi nelayan di Indonesia.
Baca Juga: Ajak Masyarakat Ramaikan HBDI, Mendag Sebut Jadi Momentum Majukan Ekonomi Nasional
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pihaknya mengeluarkan kebijakan pengelolaan yang terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan membuat master plan jangka panjang pengelolan kelautan dan perikanan, salah satunya dengan meningkatkan budidaya perikanan.
Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pihaknya mendukung agar nelayan dapat berkelompok atau berkoperasi sehingga kekuatan inovasi, manajemen, dan produktivitasnya meningkatnya.
Sementara Anggota Komisi IV Ono Surono mengatakan kekuatan koperasi perikanan sangat besar, seperti di daerah Indramayu yang memang warganya banyak berprofesi menjadi nelayan. Dengan hadirnya cold storage berkapasitas 300 ton oleh Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra, akan menambah jumlah cold storage yang sudah ada dua sebelumnya di Indramayu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar