Metro, Suara.com- Delegasi Kelompok Kerja Pendidikan (Education Working Group/EdWG) dan Pertemuan Tingkat Menteri Pendidikan (Education Ministers’ Meeting), berkesempatan untuk mengunjungi Pura Tirta Empul dan Istana Tampaksiring di Kabupaten Gianyar, Jumat (2/9).
Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk merasakan pengalaman penyembuhan (Healing Experience), serta mempelajari makna budaya dan tradisi masyarakat Hindu di Bali pada hari Jumat.
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Itje Chodijah mengatakan lewat rangkaian aktivitas ini, para delegasi G20 mampu mendapatkan pemahaman lebih dalam terkait kekayaan budaya dan nilai-nilai positif dari umat Hindu di Bali.
Melalui siaran persnya Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjelaskan para delegasi mengawali kunjungan ke Pura Tirta Empul, salah satu pura Hindu di Bali yang memiliki sumber mata air alami yang dianggap suci oleh umat Hindu di Bali. Sumber mata air tersebut mengalir ke kolam pemandian, di mana umat Hindu melakukan ritual melukat.
Para delegasi G20 mendapat kesempatan untuk menyaksikan ritual melukat di kolam pemandian Pura Tirta Empul, yang bertujuan untuk menyucikan diri dan membersihkan jiwa dan pikiran manusia dari hal-hal buruk.
Selanjutnya para delegasi G20 melanjutkan kunjungannya ke satu-satunya istana kepresidenan yang dibangun setelah kemerdekaan Indonesia atas prakarsa Presiden Sukarno, yaitu Istana Tampaksiring. Di Istana Tampaksiring, para delegasi G20 mencicipi teh Indovedic disiapkan oleh Usada Bali, usaha yang bermitra dengan masyarakat lokal Bali untuk memberikan pengalaman budaya Bali dan membangkitkan ekonomi masyarakat lokal di Bali.
Berbagai jenis teh yang dibuat dengan rempah-rempah khas Indonesia dan diramu dengan teknik ayurvedic disajikan untuk para delegasi, termasuk Kapha, Vatta dan Pitta, di mana masing-masing ramuan memiliki khasiat kesehatan tersendiri.
Di Istana Tampaksiring, para delegasi G20 juga berkesempatan untuk melakukan sesi meditasi yang dipimpin oleh Ida Resi Alit, seorang guru agama Hindu dan orang termuda yang mendapatkan gelar sulinggih (orang yang memiliki kedudukan luhur) di Bali. Dalam kepercayaan Hindu, meditasi adalah cara untuk mencapai ketenangan batin, dan mengelola pikiran. Di sesi yang sama, delegasi G20 mempelajari pranayama atau berlatih mengendali nafas untuk mempersatukan jiwa dan raga.
Baca Juga: Dieng Culture Festival,Event Inisiatif Masyarakat yang Berpotensi Jadi Event Kelas Dunia
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting