/
Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:46 WIB
Ratusan orang dari aliansi pendukung sepakbola Kota Metro, Lampung, menggelar doa bersama sebagai ungkapan dukacita atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022 lalu. (*) (Istimewa)

Metro.Suara.com - Halaman depan Masjid Taqwa Kota Metro, Provinsi Lampung, pada Rabu (5/10/2022) malam kemarin, dipenuhi warga yang berpakaian serba hitam. Massa sudah datang sejak sore dan membentuk lingkaran sambil membawa kertas-kertas bertuliskan aspirasi mereka. 

Ratusan orang yang berasal dari Aliansi Suporter Pendukung Sepakbola Metro itu, ternyata berkumpul untuk menggelar doa bersama atas tragedi meninggalnya seratus orang lebih di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2022 lalu.

Doa bersama digelar dengan khusyuk, dengan harapan peristiwa serupa tidak terulang lagi. Setelah berdoa, massa lalu mengheningkan cipta satu menit lalu menyalakan seribu lilin sebagai ungkapan duka cita mendalam atas tragedi kemanusiaan itu.

“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang saat pertandingan antara Arema FC dan Persebaya. Kami berdoa semoga peristiwa itu tidak terulang kembali,” ungkap Rizki Hardiansyah, selaku koordinator acara yang dikutip pada Kamis (6/10/2022)

Sebelum membubarkan diri, massa juga menyanyikan lagu kebangsaan Arema Malang FC, sebagai bentuk dukungan kepada klub dan pendukungnya yakni Aremania. Massa lalu membubarkan diri dengan tertib usai mengikuti doa bersama selama 2 jam itu. (*)

Load More