Sebuah video yang menggambarkan pergerakan sebuah objek bercahaya di atas Gunung Merapi viral pada pekan ini. Warganet kini menerka-nerka apa sebenarnya objek tersebut. Ada yang bilang UFO, asteroid dan ada pula yang mengira itu adalah sebuah drone.
Dalam video hitam putih berdurasi sekitar 30 detik tersebut, terlihat sebuah objek bulat bercahaya melintas perlahan di atas Gunung Merapi. Video itu memantik spekulasi bahwa ada UFO yang melintas di atas Gunung Merapi.
Badan Geologi Kementerian ESDM mengakui keaslian video tersebut.
"Sehubungan dengan beredarnya video tersebut, dapat kami sampaikan bahwa kamera CCTV Badan Geologi yang berada di Pos Jrakah (sisi barat) Gunung Merapi merekam fenomena ini," jelas lewat akun Twitter BPPTKG, Kamis (26/1/2023).
Menurut Badan Geologi, video itu direkam pada 24 Januari sekitar pukul 01.30 WIB.
"Berdasarkan data kegempaan, tidak terekam adanya sinyal signifikan pada jam tersebut," terang Badan Geologi.
Sayang lembaga tersebut tak bisa memastikan apa sebenarnya objek bercahaya yang diduga sebagai UFO tersebut.
"BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi bertugas melakukan mitigasi Gunung Merapi, namun kami tidak memiliki kapabilitas untuk mengamati benda langit, sehingga kami tidak memastikan benda apa yang terlihat dalam video tersebut," terang Badan Geologi.
Lebih lanjut Badan Geologi mengatakan bahwa saat ini aktivitas Gunung Merapi cukup tinggi. Masih terjadi erupsi efusif yang ditandai dengan pertumbuhan kuba lava, pembentukan guguran dan awan panas guguran.
"Tingkat aktivitas masih siaga," wanti-wanti Badan Geologi.
Hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari pemerintah dan lembaga keantariksaan seperti BRIN terkait objek bercahaya di atas Merapi itu.
Meski demikian sejumlah analisis awam di media sosial menyangsikan jika objek tersebut adalah asteroid, karena geraknya yang lebih pelan. Banyak yang menduga objek itu adalah pesawat terbang, drone dan mungkin saja UFO.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan