Beredar narasi yang menyatakan kalau Ferdy Sambo mendatangi Istana Negara dan melakukan sujud minta minta ampun di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Klaim tersebut menyatakan kalau Sambo bersujud sebagai permohonan agar dirinya tidak dihukum mati.
Diketahui Sambo adalah terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Akibat itu, Hakim Wahyu Iman Santoso menjatuhkan hukuman mati sebagai vonis Ferdy Sambo atas kasus tersebut.
"Divonis mati kejagung sambo datangi istana dan mohon ampun agar tak dieksekusi mati," begitu narasi yang disebarkan dalam video TikTok tersebut.
"KELUARGA BRIGADIR J TIDAK BISA MENERIMA PERMINTAAN MAAF DARI SAMBO," tulis kalimat di bagian bawahnya.
Benarkah demikian? Cek fakta di bawah.
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran TurnBackHoax--jaringan Suara.com, dikutip Senin (20/2/2023), narasi Ferdy Sambo bersujud ke Istana agar tidak dieksekusi mati adalah tidak benar.
Faktanya foto yang ditampilkan dalam video tersebut adalah momen Lebaran di tahun 2019 yang digelar di Istana Negara.
Saat itu pihak Istana mengadakan halalbihalal yang memperbolehkan warga datang ke tempat tersebut.
Adapun orang yang sujud dalam foto tersebut bukanlah Ferdy Sambo, melainkan seorang warga biasa.
Selain itu konten dalam video juga tidak sesuai dengan narasi dan judul yang diunggah.
Sebab narator hanya membacakan soal permintaan maaf Ferdy Sambo kepada keluarga Brigadir J.
Penjelasan itu berasal dari konten KompasTV dan Tribunnews yang dinarasi ulang oleh kreator.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, klaim Ferdy Sambo sujud ke Istana agar tak dieksekusi mati adalah tidak benar alias hoaks.
Video itu masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK
-
DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo soal 'Londo Ireng', Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara