/
Selasa, 21 Februari 2023 | 09:40 WIB
Ahmad Munasir Rafie Pratama yang dilaporkan hilang dalam perjalanan dari Oslo ke Jakarta ([ANTARA/HO-Humas UII])

Mas Rafie alias AMRP, dosen UII yang awalnya dilaporkan hilang telah berada di Amerika Serikat. Belajar dari kejadian ini pihak kampus akan terapkan SOP jaldis luar negeri.

Ahmad Munasir Rafie Pratama atau AMRP adalah seorang dosen dari Universitas Islam Indonesia atau UII Yogyakarta yang awalnya dilaporkan dalam situasi lost contact. Ia berada di Norwegia dalam rombongan kecil civitas academica dalam kunjungan ke University of South-Eastern Norway (USN), Norwegia melalui dukungan pendanaan dari Uni Eropa skema Erasmus+.

Dalam perjalanan kembali ke Indonesia yang tidak bersama-sama dengan rekan kerja serta Rektor UII Fathul Wahid itulah ia bagaikan menghilang, tanpa ada yang mengetahui keberadaannya.

Kekinian, berdasarkan data United States Customs and Border Protection (US CBP) lokasi AMRP sudah terdeteksi di Amerika Serikat. Ia masuk ke negara itu melalui bandara Boston sejak 13 Februari 2023.

Dikutip dari Suarajogja.com, pihak UII dan keluarga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kemlu RI dan semua jajaran di KBRI Oslo, KBRI Ankara, KJRI Istanbul, KJRI New York, KBRI Riyadh, PP Muhammadiyah, dan berbagai pihak yang telah membantu memeproleh info keberadaannya.

Akan tetapi, persoalan belum selesai.  Pihak UII belum mendapatkan informasi mengenai lokasi detail AMRP di Boston. Juga alasan mengubah rute kepulangan dari Norwegia menuju Amerika Serikat.

"Sampai sat ini, ia belum bisa dihubungi," jelas Rektor UII Fathul Wahid.
"UII dan keluarga berharap AMRP segera menghubungi untuk mengabarkan lokasi dan keadaannya. UII juga berharap setelah misi di Boston selesai, AMRP dapat kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat dan baik," lanjutnya.

Ditemui di kompleks UII, Profesor Fathul Whid ditanya kemungkinan AMRP memiliki masalah yang ingin dihindari sementara waktu. Baik itu masalah terkait pekerjaan maupun pribadi.

"Itu yang ingin kami gali, ingin kami cari tahu. Ketika tahu, jadi lebih tahu mitigasinya. Tetapi itu tidak mungkin terjadi bila kami tidak bisa mengontak dan Mas Rafie tidak mau pulang," tambahnya.

Pihak UII juga masih mendiskusikan langkah pencarian yang akan diambil setelah ini, untuk menemukan AMRP mengingat kampus memiliki Standard Operational Procedure atau SOP dan aturan yang berlaku. Demikian pula soal perjalanan dinas atau jaldis ke luar negeri

"Intinya ini kasus khusus, di luar harapan. Dan betul menghebohkan. Kami berharap nanti akan menyusun SOP yang lebih bagus di kalangan internal, terkait perjalanan ke luar negeri," tandas Profesor Fathul Wahid.

Load More