- PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatatkan pra penjualan Rp109 miliar pada Kuartal IV 2025, naik 309 persen.
- Total pra penjualan tahun fiskal 2025 CBDK mencapai Rp430 miliar, mendekati 85 persen target manajemen.
- Penjualan kaveling tanah komersial menjadi kontributor terbesar, menyumbang 80 persen dari total pra penjualan tahunan.
Suara.com - Emiten properti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatatkan performa gemilang pada periode penutupan tahun lalu.
Memasuki kuartal IV 2025, pengembang kawasan strategis ini berhasil membukukan nilai pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp109 miliar.
Angka ini merepresentasikan lonjakan drastis sebesar 309 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada kuartal sebelumnya.
Kebangkitan kinerja perusahaan didorong oleh pulihnya kepercayaan pasar, terutama terhadap ketersediaan lahan komersial di kawasan pusat bisnis (CBD) PIK2.
Akselerasi transaksi yang terjadi sepanjang semester kedua tahun lalu menjadi katalis utama bagi Perseroan untuk membalikkan keadaan.
Secara total, sepanjang tahun fiskal 2025, CBDK berhasil mengumpulkan pra penjualan senilai Rp430 miliar. Realisasi ini telah memenuhi sekitar 85 persen dari target tahunan yang ditetapkan manajemen sebesar Rp508 miliar.
Pencapaian ini dinilai solid mengingat industri properti nasional masih berada dalam periode penyesuaian pasar yang cukup menantang.
Berikut adalah rincian performa per segmen yang menopang pertumbuhan Perseroan:
Kaveling Tanah Komersial: Menjadi motor penggerak utama dengan pertumbuhan kuartalan mencapai 473 persen (senilai Rp82 miliar). Secara tahunan, segmen ini menyumbang 80 persen dari total pendapatan atau setara Rp343 miliar.
Baca Juga: Saham BUMI Milik Bakrie dan Salim Jadi Bulan-bulanan Investor Mancanegara
Produk Komersial: Mencatatkan pertumbuhan sebesar 57 persen pada kuartal terakhir dan berkontribusi sebesar 19 persen (Rp83 miliar) terhadap total marketing sales tahunan.
Segmen Residensial: Menunjukkan pemulihan signifikan dengan lonjakan 436 persen secara kuartalan, meski kontribusinya masih berada di angka 1 persen atau sekitar Rp4 miliar dari total keseluruhan.
Selain mengandalkan penjualan lahan, CBDK juga mulai memperkuat basis pendapatan berulang (recurring income). Strategi ini diwujudkan melalui pengoperasian Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) sejak Agustus 2025.
Berita Terkait
-
Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor
-
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia
-
Free Float BRIS Masih 10 Persen, Bos BSI Akui Jadi Sorotan
-
IHSG Ditutup Tersungkur 2,08 Persen, 673 Saham Merosot
-
Tekanan Jual Masih Hantui IHSG di Sesi I, 702 Saham Kebakaran
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri
-
Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh
-
Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya
-
Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR
-
Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU