Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK berkomitmen menyelesaikan penyelidikan bapak dari Mario Dandy Satriyo.
Pada Jumat (24/3/2023), Rafael Alun Trisambodo dan istrinya, Ernie Meike Torondek telah hadir di Gedung Merah Putih untuk diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekira 12 jam.
Dikutip dari kanal News Suara.com, KPK menyatakan mempercepat proses penyelidikan dugaan kejanggalan harta kekayaan mantan pejabat pajak Kementerian Keuangan Rafael Alun Trisambodo (RAT). Hal ini guna segera menjerat RAT dengan unsur pidana.
"Kami percepat pendalaman untuk menemukan peristiwa pidana dan pihak yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri lewat keterangannya, Jumat (24/3/2023).
Ia menegaskan bahwa KPK menginginkan kasus yang menjerat RAT yang perkaranya sudah di tingkat penyelidikan segera rampung.
"Yang pasti KPK komitmen selesaikan proses penyelidikan yang sedang kami lakukan ini. Kami masih butuh waktu untuk hal tersebut," jelasnya.
Sedangkan pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap Rafael Alun Trisambodo, istrinya Ernie Meike Torondek beserta anak mereka, Ali Fikri menyatakan tidak dapat mengungkap materi penyelidikannya.
"Mengenai materi permintaan keterangan kegiatan penyelidikan tentu tidak bisa kami sampaikan saat ini," tandasnya.
Soal rekening gendut yang dikandung Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN Rafael Alun Trisambodo, kejanggalan disebutkan sudah cukup lama namun belum ditindaklanjuti.
Kejadian penganiayaan brutal yang dilakukan Mario Dandy Satriyo, anak RAT, terhadap anak korban D menjadi salah satu trigger dikuliknya rekening gendut itu.
Utamanya karena Mario Dandy Satriyo, yang statusnya resmi menjadi tersangka, gemar melakukan flexing atau pamer-pamer harta kekayaan.
Dan ketahuan pula bahwa kendaraan yang kerap dibawa wara-wiri tidak memiliki dokumen resmi serta dibeli dengan cara nominee atau menggunakan nama orang lain.
Rafael Alun Trisambodo melaporkan LHKPN mencapai Rp 56 miliar. Ditelisik lebih jauh, kejanggalan soal harta kekayaannya satu per satu terkuak. Ditemukan mutasi transaksi sekitar Rp 500 miliar dari 40 rekening bank RAT dan keluarganya.
Di KPK, kasus dugaan kejanggalan harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo telah ditingkatkan ke proses penyelidikan. Hal itu setelah KPK melakukan klarifikasi ke Rafael Alun Trisambodo pada Rabu (1/3/2023).
Berita Terkait
-
Ketua Pengadilan Negeri Jaksel Pimpin Sidang Pacar Mario Dandy Satriyo, Anak Berhadapan dengan Hukum AGH
-
Rafael Alun Trisambodo dan Istri Diperiksa KPK Selama 12 Jam
-
KPK Dalami Modus Lukas Enembe Memaksakan Diri Berobat ke Singapura
-
Ramai soal KPK Gelar Rakor di Hotel Bintang 5, Firli Bahuri: Demi Kebaikan Rakyat
-
Didakwa Lakukan Suap ke Lukas Enembe Rp 35,4 Miliar, Rijatono Lakka akan Jalani Sidang di PN Tipikor Jakarta
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan