/
Selasa, 11 April 2023 | 08:42 WIB
His Holiness Dalai Lama (HHDL) XIV Lhamo Thondup Tenzin Gyatso atau Gyalwa Rinpoche ((Shutterstock))

Viral kejadian Dalai Lama meminta bocah lelaki mengisap lidahnya diganjar 38K komentar.

Pada Senin (10/4/2023) video HHDL atau His Holiness Dalai Lama meminta seorang bocah lelaki untuk mengisap lidahnya menjadi viral.

Terjadi di atas panggung, dalam acara audiensi di mana pemimpin spiritual Tibet itu bermukim di Dharamsala, negara bagian Himachal Pradesh, India, seorang bocah lelaki minta dibolehkan memeluknya. Tidak sebatas pelukan, HHDL XIV yang bernama asli Tenzin Gyatso, menjadi Lhamo Thondup setelah ditahbiskan, dan sebagai guru disapa Gyalwa Rinpoche, menawarkan kedua pipi untuk dicium. Lantas bibir, dan berakhir diminta mengisap lidahnya.

Dipantau Metro Suara.com dari media sosial Instagram atas nama dalailama terverifikasi atau centang biru, sebuah permohonan maaf resmi telah dirilis. Hingga artikel ini diunggah, sudah ada 52.450 like atau disukai, dan komentar mencapai 38.181 atau hampir mencapai setengah dari like.

Perilaku Dalai Lama ini menuai puluhan ribu komentar, dituangkan dalam tiga bahasa utama: Inggris, Spanyol, dan Portugis. Pemeringkatannya: mengecam, menyesalkan, namun ada pula yang defensif atau membela.

Nada mengecam antara lain diperlihatkan oleh komentar yang menyatakan "Jangan simpan PDF File", di mana PDF dalam konteks ini adalah paedophile atau predator pemangsa anak. Senada adalah sosok HHDL XIV bukan mulia atau suci namun gila.

Masih dalam bentuk kecaman adalah komentar bahwa selama ini pengikut memuja sosok yang salah, ada pula yang mengutip ayat dari Alkitab bahwa di antara ciri nabi palsu adalah memiliki penampakan bak domba namun sejatinya adalah serigala.

Kecaman berikutnya adalah permohonan maaf dari tim Dalai Lama tidak mewakili kerugian yang dirasakan si anak seumur hidup. Juga pelecehan anak termasuk dalam bentuk kejahatan, tindakan HHDL bukan permintaan polos atau sekadar jahil namun penyalahgunaan kekuasaan.

Nada menyesalkan kejadian ini adalah tidak ada kesucian dalam nama HHDL karena pelecehan anak adalah hal serius, sehingga Dalai Lama diminta bermeditasi di penjara. Serta pernyataan bila kondisi ini dianggap sebagai canda, sudah berapa banyak anak menjadi korban perilaku tidak senonoh seperti demikian selama ini?

Di sisi lain, komentar pembelaan yang datang antara lain menyatakan ciuman adalah bentuk kasih sayang, bukankah antara anak dan orangtua melakukan hal serupa di rumah? Juga hanya di dunia barat pemikiran tentang ciuman diidentifikasikan sebagai seksualitas. Akan tetapi komentar bernada mendukung HHDL tentu saja dipatahkan secara argumentatif, seperti dilarang rasis dalam menyikapi kejadian viral ini, serta pertanyaan kembali: apabila pelecehan terjadi atas anak Anda, bisakah diterima dengan berbesar hati bahkan dibangga-banggakan?

Etika disebutkan bukan persoalan dari barat atau timur, akan tetapi cara memandang suatu kelayakan dengan cara-cara yang beradab.  Dan tidak peduli seberapa besar sosok dihormati dan dihargai, bila tindakan melenceng dari norma tetap saja mesti dikritisi.

Load More