Viral kejadian Dalai Lama meminta bocah lelaki mengisap lidahnya diganjar 38K komentar.
Pada Senin (10/4/2023) video HHDL atau His Holiness Dalai Lama meminta seorang bocah lelaki untuk mengisap lidahnya menjadi viral.
Terjadi di atas panggung, dalam acara audiensi di mana pemimpin spiritual Tibet itu bermukim di Dharamsala, negara bagian Himachal Pradesh, India, seorang bocah lelaki minta dibolehkan memeluknya. Tidak sebatas pelukan, HHDL XIV yang bernama asli Tenzin Gyatso, menjadi Lhamo Thondup setelah ditahbiskan, dan sebagai guru disapa Gyalwa Rinpoche, menawarkan kedua pipi untuk dicium. Lantas bibir, dan berakhir diminta mengisap lidahnya.
Dipantau Metro Suara.com dari media sosial Instagram atas nama dalailama terverifikasi atau centang biru, sebuah permohonan maaf resmi telah dirilis. Hingga artikel ini diunggah, sudah ada 52.450 like atau disukai, dan komentar mencapai 38.181 atau hampir mencapai setengah dari like.
Perilaku Dalai Lama ini menuai puluhan ribu komentar, dituangkan dalam tiga bahasa utama: Inggris, Spanyol, dan Portugis. Pemeringkatannya: mengecam, menyesalkan, namun ada pula yang defensif atau membela.
Nada mengecam antara lain diperlihatkan oleh komentar yang menyatakan "Jangan simpan PDF File", di mana PDF dalam konteks ini adalah paedophile atau predator pemangsa anak. Senada adalah sosok HHDL XIV bukan mulia atau suci namun gila.
Masih dalam bentuk kecaman adalah komentar bahwa selama ini pengikut memuja sosok yang salah, ada pula yang mengutip ayat dari Alkitab bahwa di antara ciri nabi palsu adalah memiliki penampakan bak domba namun sejatinya adalah serigala.
Kecaman berikutnya adalah permohonan maaf dari tim Dalai Lama tidak mewakili kerugian yang dirasakan si anak seumur hidup. Juga pelecehan anak termasuk dalam bentuk kejahatan, tindakan HHDL bukan permintaan polos atau sekadar jahil namun penyalahgunaan kekuasaan.
Nada menyesalkan kejadian ini adalah tidak ada kesucian dalam nama HHDL karena pelecehan anak adalah hal serius, sehingga Dalai Lama diminta bermeditasi di penjara. Serta pernyataan bila kondisi ini dianggap sebagai canda, sudah berapa banyak anak menjadi korban perilaku tidak senonoh seperti demikian selama ini?
Di sisi lain, komentar pembelaan yang datang antara lain menyatakan ciuman adalah bentuk kasih sayang, bukankah antara anak dan orangtua melakukan hal serupa di rumah? Juga hanya di dunia barat pemikiran tentang ciuman diidentifikasikan sebagai seksualitas. Akan tetapi komentar bernada mendukung HHDL tentu saja dipatahkan secara argumentatif, seperti dilarang rasis dalam menyikapi kejadian viral ini, serta pertanyaan kembali: apabila pelecehan terjadi atas anak Anda, bisakah diterima dengan berbesar hati bahkan dibangga-banggakan?
Etika disebutkan bukan persoalan dari barat atau timur, akan tetapi cara memandang suatu kelayakan dengan cara-cara yang beradab. Dan tidak peduli seberapa besar sosok dihormati dan dihargai, bila tindakan melenceng dari norma tetap saja mesti dikritisi.
Berita Terkait
-
Viral Perilaku Dalai Lama di Depan Publik, Orangtua Mana yang Membiarkan Anaknya Naik Panggung dan Melakukan Ini?
-
Wisudawan Tutupi Kepala Ibunya Pakai Topi Toga saat Cuaca Panas: Bukti Kasih Sayang
-
Tidak Jauh dari Istana Bogor, Rumah Sakit Salak Kebakaran
-
Video Anak-anak Bangunkan Sahur Disiram Warga, Bikin Netizen Perang Pendapat
-
Nenek Pengemis Ini Setor Uang 5Juta Tiap Hari ke Bank, "Dia Lebih Kaya Dari Gue"
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ketua KPK dan Wamen Hukum Beri Pesan Khusus di Pelantikan PERADI Profesional
-
4 Sunscreen SPF 35 Proteksi Kulit dari Sinar UV, Harga Ekonomis Rp30 Ribuan
-
Bikin Khawatir di Baeksang, Ini Alasan Mata Choo Young Woo Ditutup Perban
-
52 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Mei 2026: Klaim Kartu 115-120 dan Tag Gratis
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
73 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Mei 2026: Raih Parasut, Skin Eclipse, dan MP40 Cobra
-
Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini
-
Penjualan PS5 Anjlok usai Harga Naik, Sony Pastikan PS6 Sudah Dalam Pengembangan
-
Bentuk Tim Khusus, Polda Lampung Buru Pelaku Penembakan Brigadir Arya Supena
-
Gentala Arasy, Simbol Kejayaan Islam Kebanggaan Negeri Sepucuk Jambi