/
Senin, 17 April 2023 | 22:07 WIB
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti berterima kasih karena Pekalongan dan Sukabumi mengizinkan Lapangan Mataram dan Merdeka digunakan untuk Shalat Id. ((Suara.com/Muhammad Yasir))

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Pekalongan dan Wali Kota Sukabumi yang mengijinkan lapangan fasilitas umum di masing-masing kota digunakan sebagai tempat pelaksanaan Shalat Idul Fitri pada 21 April 2023.

Ucapan terima kasih itu disampaikan Abdul Mu'ti setelah ia sempat memprotes wali kota Pekalongan dan Sukabumi yang tak memberi izin Lapangan Mataram dan Lapangan Merdeka digunakan untuk Shalat Id pada 21 April besok.

Abdul Mu'ti mengatakan bahwa tak keluarganya izin dari Wali Kota Sukabumi dan Pekalongan adalah bentuk pelanggaran atas konstitusi Republik.

“Kami mengapresiasi dukungan jajaran pemerintah pusat, Kementerian Agama,  Kepolisian Republik Indonesia, Pimpinan Partai Politik, anggota DPR/DPRD, tokoh masyarakat dan semua pihak yang mendukung ditegakkannya konstitusi, serta menciptakan suasana saling menghormati dan suasana yang kondusif untuk persatuan umat dan bangsa,” tutur Abdul Mu’ti di di Jakarta, Senin (17/4/2023)

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Shalat Idul Fitri di lapangan tidak hanya untuk warga Muhammadiyah tetapi untuk seluruh umat Islam.

“Kepada seluruh umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, agar dapat melaksanakan Ibadah Idul Fitri dengan khidmat, menjaga kebersihan, dan tenggang rasa, karena masih ada sebagian umat Islam yang kemungkinan masih menjalankan ibadah puasa Ramadan,” lanjut Abdul Mu’ti seperti dilansir dari laman resmi Muhammadiyah.

Demi menghormati umat Islam yang masih berpuasa dan menjaga persatuan, lanjut Mu’ti, warga Muhammadiyah hendaknya tidak melakukan open house pada hari Jumat 21 April.

Open House dan silaturrahim dilaksanakan mulai 22 April setelah umat Islam melaksanakan Shalat Idul Fitri.

“Semoga semua pihak mengambil hikmah dari peristiwa di Kota Pekalongan dan Kota Sukabumi untuk persatuan umat serta kepentingan bangsa dan negara,” tutup Abdul Mu’ti.

Load More