Kasus pelecehan Saiful Jamil tahun 2016 lalu membuatnya tidak diberikan kesempatan lagi untuk tampil di televisi.
Ia menuntut kembali pekerjaannya dan tak lagi dihalangi untuk menyalurkan kreativitasnya di acara TV.
"Saya menuntut pekerjaan saya, tolong jangan dihalang-halangi pekerjaan saya. Itu saya hanya minta satu, jangan menghalangi kreativitas saya, jangan menghalangi pekerjaan saya," ucap Saiful Jamil dalam akun Rasis Infotainment, dikutip dari Mamagini - jaringan Suara.com, Jumat (5/5/2023).
Ia menilai kalau kelakuan publik menghalangi pekerjaannya itu adalah melanggar hak asasi manusia (HAM).
"Kalau sudah nyuruh enggak boleh artinya saya dihalangi dan itu melanggar hak asasi manusia," tegas mantan suami Dewi Perssik ini.
Dia pun mengaku kalau dirinya seperti dibedakan sendiri dari warga negara Indonesia (WNI) lain akibat kasus tersebut.
"Saya sebenarnya begini, mau dipakai TV atau tidak, tidak masalah. Yang saya permasalahkan adalah saya seperti orang yang dibedakan sendiri. Saya seperti bukan warga Negara Indonesia, enggak diberikan haknya," tutur Saiful Jamil.
"Kalau saya dipakai enggak dipakai TV enggak apa-apa. Tapi saya jangan difitnah, saya enggak suka," lanjut dia.
Penyanyi dangdut itu menilai kalau kasus ini seolah sengaja untuk membuatnya bangkrut karena tidak mendapatkan pekerjaan dari TV.
"Kalau saya natural enggak dipakai di tv ya enggak apa-apa. Tapi jangan seperti sekarang, ibaratnya saya sedang dibangkrutkan, bukan bangkrut sendiri," tuturnya.
Pria dengan nama asli Jamiluddin Purwanto ini mengklaim kalau masalah pelecehan seksual sudah selesai dan saling memaafkan.
"Jadi ada bedanya ya. Saya bingung, saya cuma ada masalah sama satu orang dan sudah selesai, sudah saling memaafkan," aku Saiful Jamil.
Lebih lanjut ia merasa dianaktirikan dengan artis lain yang memiliki kasus serupa tapi masih diberi kesempatan tampil di televisi.
Saiful menilai kalau hal itu tidak adil, mengingat dia juga sudah membayar pajak untuk negara.
"Di sini saya minta please, jangan terlalu berlebihan. Saya merasa enggak dapat keadilan dengan kasus yang sama, dengan profesi yang sama. Kok saya seperti dianaktirikan. Artinya saya nggak dapat keadilan. Padahal tiap tahun saya bayar pajak," tutur dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba