/
Jum'at, 05 Mei 2023 | 13:49 WIB
Saiful Jamil (Suara.com/Oke Atmaja)

Kasus pelecehan Saiful Jamil tahun 2016 lalu membuatnya tidak diberikan kesempatan lagi untuk tampil di televisi. 

Ia menuntut kembali pekerjaannya dan tak lagi dihalangi untuk menyalurkan kreativitasnya di acara TV

"Saya menuntut pekerjaan saya, tolong jangan dihalang-halangi pekerjaan saya. Itu saya hanya minta satu, jangan menghalangi kreativitas saya, jangan menghalangi pekerjaan saya," ucap Saiful Jamil dalam akun Rasis Infotainment, dikutip dari Mamagini - jaringan Suara.com, Jumat (5/5/2023). 

Ia menilai kalau kelakuan publik menghalangi pekerjaannya itu adalah melanggar hak asasi manusia (HAM). 

"Kalau sudah nyuruh enggak boleh artinya saya dihalangi dan itu melanggar hak asasi manusia," tegas mantan suami Dewi Perssik ini. 

Dia pun mengaku kalau dirinya seperti dibedakan sendiri dari warga negara Indonesia (WNI) lain akibat kasus tersebut. 

"Saya sebenarnya begini, mau dipakai TV atau tidak, tidak masalah. Yang saya permasalahkan adalah saya seperti orang yang dibedakan sendiri. Saya seperti bukan warga Negara Indonesia, enggak diberikan haknya," tutur Saiful Jamil. 

"Kalau saya dipakai enggak dipakai TV enggak apa-apa. Tapi saya jangan difitnah, saya enggak suka," lanjut dia. 

Penyanyi dangdut itu menilai kalau kasus ini seolah sengaja untuk membuatnya bangkrut karena tidak mendapatkan pekerjaan dari TV. 

Baca Juga: Singgung Maraknya Pembangunan Hotel di Bali, Megawati ke Wayan Koster: Berhenti Konversi Tanah Subur!

"Kalau saya natural enggak dipakai di tv ya enggak apa-apa. Tapi jangan seperti sekarang, ibaratnya saya sedang dibangkrutkan, bukan bangkrut sendiri," tuturnya. 

Pria dengan nama asli Jamiluddin Purwanto ini mengklaim kalau masalah pelecehan seksual sudah selesai dan saling memaafkan. 

"Jadi ada bedanya ya. Saya bingung, saya cuma ada masalah sama satu orang dan sudah selesai, sudah saling memaafkan," aku Saiful Jamil. 

Lebih lanjut ia merasa dianaktirikan dengan artis lain yang memiliki kasus serupa tapi masih diberi kesempatan tampil di televisi. 

Saiful menilai kalau hal itu tidak adil, mengingat dia juga sudah membayar pajak untuk negara. 

"Di sini saya minta please, jangan terlalu berlebihan. Saya merasa enggak dapat keadilan dengan kasus yang sama, dengan profesi yang sama. Kok saya seperti dianaktirikan. Artinya saya nggak dapat keadilan. Padahal tiap tahun saya bayar pajak," tutur dia. 

Load More