Uya Kuya seolah menantang buzzer untuk menyerangnya usai bahasan podcast Tio Pakusadewo yang mengungkap bobrok penjara viral.
"Selamat datang para pembenci dan para buzzer-buzzer bayaran. Selamat datang," tulis Uya Kuya dalam keterangan video yang diunggah di akun Instagram, dikutip dari Suara.com, Jumat (5/5/2023).
Di video itu Uya Kuya memberikan klarifikasi soal tudingan yang menyebut diskusi itu dilakukan karena adanya kepentingan dari kalangan tertentu.
"Cuma pengin ngasih tahu kalau apa pun di podcast saya, dari dulu ya, dari dua tahun saya memulai podcast, itu tidak ada saya ditunggangi oleh siapapun," kata Uya Kuya.
Ia pun membantah apabila pengakuan Tio Pakusadewo itu keluar karena dirinya dibayar untuk membuka bisnis ilegal di penjara.
Kemudian dia menegaskan kalau obrolannya yang diunggah pekan lalu itu bukanlah rekayasa alias settingan.
"Tidak dibeli atau dibayar oleh siapapun. Karena saya orangnya tidak bisa dibayar, karena saya punya integritas," katanya.
Video Uya Kuya ini kemudian direspons positif oleh warganet Indonesia. Banyak yang membela dirinya usai pengakuan itu viral.
"Lanjutkan bang, selama untuk kebenaran dan membela orang-orang yang tertindas. Saya respect," komentar salah satu warganet.
Baca Juga: Pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN Diundur 11 Mei, Simak Info Lengkapnya!
"Pokoknya tetap semangat membela yang benar, pak. Apalagi anda sudah membela TKW Hongkong yang di masyarakat tinggi tidak berarti," imbuh lainnya.
"Semangat Mas Uya, selagi kita niat baik dalam hal apapun, untuk kepentingan orang banyak," tandas yang lain.
Sekadar informasi, podcast ini tayang pada pekan lalu itu. Di sana Tio Pakusadewo mengungkapkan bahwa ada bisnis anak menteri di lapas hingga adanya jual beli narkoba serta minuman keras.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026