Bupati Sumba Timur Khristofel Praing mengatakan wilayahnya membutuhkan lebih banyak penyuluh atau guru untuk mengajarkan kepercayaan atau agama Marapu kepada siswa penghayat kepercayaan di sekolah.
"Harus ada formasinya untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita penghayat aliran kepercayaan Marapu, memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kita yang lain,” kata Khristofel ketika berkunjung ke Kampung Raja Prailiu, Sumba Timur, NTT, Kamis (25/5/2023).
Khristofel menuturkan bila menilik ke belakang, Marapu sudah hadir di dalam masyarakat Sumba jauh sebelum Indonesia merdeka ataupun agama lainnya masuk ke dalam negeri. Saat ini pun, negara juga sudah mengakui eksistensi Marapu sebagai salah satu kepercayaan asli bangsa Indonesia.
Hanya saja dalam perjalanannya, kepercayaan Marapu mengalami sejumlah kendala. Dimana salah satunya berkaitan dengan pendidikan anak-anak penghayat Marapu yang masih banyak duduk di bangku sekolah, yang membutuhkan lebih banyak penyuluh kepercayaan atau guru untuk membimbing mereka.
Data milik Kemendikbudristek pun, sudah ada enam sekolah yakni dua SD dan empat SMA, yang memfasilitasi siswa belajar Marapu. Namun dengan jumlah siswa yang amat banyak, wadah tersebut dinilai perlu lebih ditingkatkan.
Oleh karenanya, guna mewujudkan kesetaraan dan keberlanjutan kepercayaan Marapu, ia menyarankan pemerintah untuk membuka formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) bagi guru-guru yang mendalami kepercayaan Marapu agar legalitasnya semakin diakui.
Sebab, pemerintah daerah setempat tidak bisa terus menerus bergantung pada para penyuluh penghayat kepercayaan Marapu, yang tidak mempunyai ikatan dalam bentuk riil dengan pemerintah ataupun sekolah tempat mereka mengajar. Hal tersebut juga berkaitan erat dengan insentif yang diberikan dan keberlanjutan nasib karir para penyuluh di masa depan.
"Ini juga akan memastikan proses pembelajaran di kelas berjalan dengan berkesinambungan,” ucapnya.
Marapu adalah sebuah kepercayaan yang berkembang di Pulau Sumba, termasuk Sumba Timur, yang menyembah Tuhan melalui perantara ruh nenek moyang atau leluhur. Penghayat Marapu juga menyembah Tuhan yang Maha Esa, bukan dewa, arwah, atau benda-benda.
Penyembahan dan pengagungan dari manusia kepada Tuhan tidak dilakukan secara langsung dan harus melalui perantara Marapu, yaitu para leluhur yang telah meninggalkan dunia material dan diyakini masih hidup di alam spiritual, juga Marapu yang merupakan roh makhluk lainnya. Penghayat kepercayaan Marapu menilai baik Tuhan, manusia, alam semesta, dan Marapu saling terhubung satu sama lain. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Viral! Alisson Becker vs Gabriel Ribut Usai Gol Maroko, Blunder atau Miskomunikasi?
-
5 Fakta Pesta Gol 7-1 Jerman atas Curacao: Ulangi Rekor Saat Bantai Brasil
-
Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Mengamuk Lumat Curacao 7-1
-
Kontroversi Piala Dunia 2026: Wartawan Dilarang Bertanya dalam Bahasa Spanyol
-
Robek Gawang Jerman! Eks Rekan Justin Hubner Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Ruang Ganti Brasil Memanas! Endrick Ngamuk Tak Dimainkan Carlo Ancelotti
-
Miroslav Klose Ikhlas Rekor Golnya di Piala Dunia Disalip Lionel Messi
-
Dilema Scaloni! Julian Alvarez atau Lautaro Martnez, Siapa Jadi Striker Argentina?
-
Vitinha Berani Garansi! Final Piala Dunia 2026 Messi vs Ronaldo Jadi Kenyataan
-
Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap