Nikita Mirzani ungkap kehidupan keluarganya yang sempat terusik oleh ibu tiri. Ibu tiga orang anak itu menyebut bahwa ayah kandungnya adalah seorang pengusaha.
Sang ayah yang asli Padang itu semasa hidup disebut memiliki banyak usaha. Hal ini yang membuatnya turut ikut melakukan usaha sendiri.
"Gue tuh punya bisnis sebenarnya dari umur 29 tahun, tapi itu bisnis papa waktu itu gue belajar tambak udang di Serang," ujar Nikita Mirzani seperti yang dikutip dari kanal YouTube HiburanChanel, Kamis (13/7/2023).
"Ternyata bisnis tambak udang itu bukan passion gue," imbuhnya.
Lebih lanjut, Nikita membeberkan berbagai usaha yang dimiliki ayahnya, namun diembat oleh ibu tiri.
"Dulu tuh bokap punya tambak undang, tanah berhektar-hektar di Cibubur, dia punya properti, dia punya PT eh bukan PT tapi CV. Terus bokap gue meninggal, diambil semua sama ibu tiri, jadi kalau ibu tiri di film kejam, memang betul terjadi di diri gue," kata Nikita.
"Jadi yang bokap gue kerjakan diambil semua, terus anak-anaknya papa enggak mempermasalahkan. Padahal nikah baru 2 tahun setengah terus bokap meninggal," imbuhnya.
Ibu tiri Nikita sendiri disebut masih hidup hingga sekarang.
"Dia ada tinggal di Serang makanya gue benci banget di Serang, itu terlalu banyak kenangan busuk," ungkap mantan istri Antonio Dedola itu.
Baca Juga: Nasib Prabowo Diramal Bakal Di-SBY-kan oleh Megawati, Maksudnya Apa?
"Kalau dibilang benci iya, jadi bokap meninggal satu hari besoknya keuangan kosong, saham, dan berkas diambil, HP bokap buat main saham diambil," tuturnya.
Nikita Mirzani sendiri adalah anak kedua dari empat bersaudara. Dia memiliki satu kakak laki-laki dan dua adik laki-laki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional