Eks pemeran utama di sinetron Ikatan Cinta, Arya Saloka dikabarkan rela menyusul Amanda Manopo ke Banyuwangi. Bukan tanpa sebab, disebutkan bahwa suami Putri Anne itu mendapat peran cameo di film Kupu Kupu Kertas bersama Amanda Manopo.
Namun, kabar tersebut merupakan disinformasi. Setelah dilakukan cek fakta, klaim yang menyebut bahwa Arya Saloka menyusul Amanda Manopo ke Banyuwangi dan mendapat peran cameo untuk film Kupu Kupu Kertas adalah berita palsu atau hoaks.
Kabar itu sendiri disebarkan oleh kanal YouTube HR.OFFICIAL yang memposting video berjudul "Rela susulin Nok bulan ke Banyuwangi ternyata Arya Manda ada scan bareng Arya jadi cameo di KKK".
Video dengan durasi 8 menit 9 detik tersebut menampilkan potret kebersamaan Arya Daloka dan Amanda Manopo di depan layar hijau.
Hingga artikel ini ditulis, video itu telah disaksikan sebanyak lebih dari 1.700 penayangan. Lantas, benarkah Arya Saloka mendapat peran cameo di Kupu Kupu Kertas?
PENJELASAN:
Seperti yang diketahui, Amanda Manopo memang tengah berada di Banyuwangi untuk keperluan syuting film terbarunya berjudul Kupu Kupu Kertas.
Namun, narator tidak memberikan bukti kredibel ataupun pernyataan dari sumber resmi bahwa Arya Saloka akan dijadikan cameo di film tersebut.
Jika ditelusuri dari media sosial, faktanya saat ini Arya Saloka tengah melakukan perjalanan ke Solo untuk kepentingannya sendiri.
Baca Juga: Pakai Outfit Sederhana, Amanda Manopo Ikut Lomba Kelereng Bareng Tetangga: Membaur Banget
Sementara potret yang ditampilkan pada thumbnail merupakan gambar lawas ketika keduanya masih beradu akting di sinetron Ikatan Cinta, sehingga tidak ada kaitannya dengan saat ini.
Dengan kata lain, isi video terbukti tidak sesuai dan klaim Arya Saloka rela menyusul Amanda Manopo ke Banyuwangi untuk menjadi cameo di film Kupu Kupu Kertas adalah berita bohong.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
-
Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Tok! Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Berlaku 1 Mei31 Desember 2026
-
Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Isu Penutupan Jalan Diponegoro Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar
-
Bukan Orang Sembarangan! Tambang Emas Ilegal di Bogor Raup Omzet Rp9 Miliar per Bulan
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal