Bukan lagi di Indonesia, DJ Verny Hasan berniat untuk melakukan tes DNA kedua dengan Denny Sumargo di Singapura. Bahkan hal ini sudah ditegaskan olehnya melalui unggahan di akun Instagram barunya, @dj.vernyhasan.
"Dah dijawab semuanya ya, kita lakukan di Singapura dua rumah sakit, agar fair biar enggak dituduh aneh-aneh," ungkap Verny sembari mengunggah video podcast pengacaranya, Jeffry Simatupang.
Kini yang menjadi pertanyaan adalah kapan tes DNA tersebut akan dilaksanakan? Apalagi karena pihak Densu juga mengaku siap menjalankan prosedur tersebut kapanpun Verny menetapkan.
Hal inilah yang dibocorkan tipis-tipis oleh Verny dalam wawancaranya di kanal YouTube Intens Investigasi. Tampak Verny yang sedang menuju sebuah kelab malam dikerubungi oleh banyak wartawan.
Menurut Verny, persiapan tes DNA di Singapura itu memang benar adanya. Sebab saat ini pihaknya tengah membuat paspor mengingat lokasi tes yang berada di luar negeri.
"Sudah, sudah, lagi proses bikin paspor. Udah, udah (bikin paspor)," ungkap Verny, dikutip pada Sabtu (9/9/2023).
Dengan demikian bisa diasumsikan bahwa tes DNA akan langsung dilaksanakan segera setelah paspor selesai dibuat dan persiapan ke luar negeri telah dilakukan.
Sebelumnya kuasa hukum Verny juga memprediksi tes DNA akan dilaksanakan dalam kurun waktu sebulan ke depan. Pasalnya memang Verny masih ada kesibukan serta diperlukan waktu untuk membuat paspor dan kelengkapan dokumen lain.
Sementara itu, Verny juga mengaku siap menjalani semua proses hukum yang terjadi akibat laporan Densu terkait dugaan kasus pencemaran nama baik.
Baca Juga: Denny Sumargo Siap Tes DNA di Singapura, Pengacara: Saya Bilang Nggak Ada Kewajiban
"Ya kita jalani aja dulu proses hukumnya, nggak gimana-gimana, santai aja. Iya (sudah siap dengan bukti-buktinya), kita jalani aja," ucap Verny lebih lanjut.
Namun belum ada informasi terbaru mengenai rumah sakit yang ditunjuk Verny untuk tempatnya dan Densu melakukan tes DNA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026