Pengamat sepak bola Mohammad Kusnaeni sesumbar Timnas Indonesia U-17 mampu lolos ke babak 16 besar Piala Dunia U-17. Ia mengatakan skuat Timnas U-17 saat ini punya bakat bagus.
"Saya optimistis kita lolos dari grup. Lolosnya mau sebagai peringkat pertama, kedua atau salah satu peringkat ketiga terbaik. Tapi saya yakin kita lolos," kata Bung Kus, sapaan akrab Kusnaeni, Sabtu (16/9/2023).
Ia mengatakan agar bisa lolos ke 16 besar, Timnas Indonesia U-17 minimal harus merebut satu kemenangan di Grup A.
"Minimal ada satu kemenangan yang bisa kita raih sehingga peluang jadi tim yang lolos itu besar," kata Kusnaeni dilansir dari Antara.
Tim Garuda Muda akan memulai pertandingan pembuka Grup A menghadapi Ekuador pada 10 November pukul 19.00 WIB. Pada duel selanjutnya, tim asuhan Bima Sakti itu bakal bersua Panama pada 13 November dan laga terakhir melawan Maroko pada 16 November.
Timnas Indonesia U-16 akan bertarung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Bung Kus mengatakan target lolos dari fase grup menjadi realistis mengingat pemain di tim Garuda Muda mempunyai bakat yang bagus. Selain itu ia menambahkan dukungan dari suporter juga menjadi salah satu faktor yang krusial bagi tim asuhan pelatih Bima Sakti itu.
"Menurut saya sih realistis karena kita main di kandang sendiri dan lebih dari itu di kelompok usia ini (U-17), pemain kita mempunyai bakat yang bagus-bagus," ungkap Bung Kus.
Bung Kus juga berpendapat bahwa pertandingan melawan Ekuador di laga pembuka menjadi kunci penting untuk menentukan langkah tim Garuda Muda melaju ke babak selanjutnya.
Baca Juga: FIFA Coret JIS sebagai Markas Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia, Stadion Ini Jadi Gantinya
Pasalnya ia menilai timnas Ekuador merupakan salah satu momok besar yang harus dilewati oleh Iqbal Gwijangge dan kawan-kawan.
Saat ini tim Garuda Muda tengah bersiap untuk menjalani pemusatan latihan di Jerman. Skuad Garuda Muda dijadwalkan berangkat ke Jerman pada Minggu (17/9) akhir pekan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2