Anies Baswedan menjadi satu-satunya bacapres yang telah mendeklarasikan pasangannya di kontestasi politik tahun depan, yakni dengan Muhaimin Iskandar.
Dengan demikian Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto belum menentukan bacawapresnya. Namun di tengah panasnya situasi tersebut, malah beredar kabar bahwa kedua bacapres tersebut akan membentuk koalisi.
Lantas apa kata Anies dengan isu dua poros tersebut? Dilihat di kanal YouTube KOMPASTV, bacapres Koalisi Perubahan tersebut memilih untuk tak terlalu menanggapi dinamika politik yang berkembang.
"Kalau saya fokusnya pada agenda kita untuk perubahan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik, menjadi Indonesia yang lebih adil. Jadi buat kami koalisi ini solid," ujar Anies, dikutip pada Kamis (21/9/2023).
Menurut Anies, hal-hal itulah yang lebih prioritas untuk dia kerjakan demi meraih suara masyarakat di Pilpres 2024. Bahkan blak-blakan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengaku semua rumor itu tidak penting.
"Buat temen-temen itu boleh-boleh aja dipantau, tapi buat saya itu nggak penting. Buat saya yang penting koalisi ini solid, kita berjalan dengan baik," terang Anies.
"Siapapun yang jadi koalisi itu adalah hak demokrasi dan saya tidak ikut dalam memprediksi-memprediksi. Saya ikut di dalam usaha menjaga koalisi ini tetap solid," imbuhnya.
Di sisi lain, Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga turut menanggapi isu koalisi dua poros yang otomatis menyatukan Ganjar dan Prabowo dalam satu kapal.
"Saya rasa kira kita semua sepakat bahwa politic is the art of possibility, di dalam dunia politik tidak ada yang tidak mungkin. Yang ada kemungkinannya kecil, sedang, atau besar," kata Eriko, dikutip dari kanal YouTube Metro TV.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Nyapres Usai Jadi Gubernur, Istri Malah Ragu? 'Sebenarnya Ini Sudah Cukup...'
Menurutnya, hal ini tidak lepas dari kalkulasi setiap partai politik untuk memenangkan Pemilu 2024. Lantas ditegaskan Eriko bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan bila muncul isu koalisi dua poros, selama bisa memenuhi satu syarat penting, yakni tetap menempatkan Ganjar sebagai capres.
"Kalau bisa diselesaikan dalam pertemuan, terus Mas Ganjar capres dan cawapres Pak Prabowo ya why not?" tandas Eriko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga