/
Rabu, 27 September 2023 | 11:15 WIB
Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep didampingi istri Erina Gudono foto bersama Ketum PSI Giring Ganesha dan Wakil Dewan Pembina Grace Natalie (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, telah secara resmi menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meski baru dua hari bergabung dengan partai tersebut.

Manuver politik ini sontak menuai perbincangan banyak pihak, termasuk dipenuhi spekulasi soal ke kubu manakah PSI akan berlabuh setelah anak Jokowi bergabung.

Hal ini yang kemudian dijawab oleh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie di kanal YouTube KOMPASTV. Namun seperti di beberapa kesempatan lainnya, Grace juga mengulangi kembali pesan Presiden Joko Widodo.

"Ojo kesusu (jangan terburu-buru)," ucap Grace sambil tertawa, seperti dikutip pada Rabu (27/9/2023).

"Kami mantau dulu ya, mantau dulu, karena kan situasi masih cair banget," sambungnya yang kembali mengulangi jawaban diplomatis PSI di beberapa kesempatan berbeda.

Namun yang menarik perhatian, Grace juga langsung mengungkit perihal isu pembentukan koalisi Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024.

"Ini aja kita kemarin denger ada wacana sekarang kemungkinan Pak Prabowo dan Pak Ganjar nanti bisa duet bareng," ujar Grace.

"Jadi kita belum tahu nih, lebih baik kita amati dulu, kita cek dulu siapa yang paling punya komitmen untuk melanjutkan pekerjaan Pak Jokowi sebelumnya," lanjutnya.

Karena itulah Grace menolak bila partainya disebut sudah mantap merapat ke koalisi Prabowo sekalipun dirinya pernah hadir di acara pertemuan para elite pendukung Ketum Partai Gerindra tersebut.

Baca Juga: Terungkap! Jokowi Cuma Bilang Begini Usai Kaesang Resmi Jadi Ketum PSI

"Siapapun yang ngundang, kami pasti datang. Kan undangannya ini untuk hubungan antarpartai. Kalau kemarin kami datang karena kami diundang. Kalau ada capres lain yang mengundang, kami pasti akan datang," tegas Grace.

Namun yang pasti, ditegaskan Grace, pihaknya tetap dengan prinsip tegak lurus Jokowi. "Dalam konteks (mendukung) siapa capres yang punya komitmen melanjutkan programnya Pak Jokowi yang sudah bagus, jangan mulai dari nol lagi, nanti kita rugi waktu, keburu lewat bonus demografinya nanti," pungkasnya.

Load More