Penyanyi dangdut Cupi Cupita buka suara soal kasus promosi judi online. Ia menjadi artis terbaru yang diperiksa setelah Wulan Guritno dan Yuki Kato.
Usai diperiksa, Cupi Cupita mengaku tertipu dengan pihak promotor. Ia bersaksi kalau awalnya bukan disuruh iklankan (endorse) judi online, melainkan game online.
"Bahwa ini pada akhirnya jadi judi online yang dia tau adalah game online, itu lah kurang lebih," ungkap kuasa Hukum Cupi Cupita, Hengky Solihin, dikutip Rabu (27/9/2023).
Hengky bercerita kalau tawaran iklan judi online itu terjadi pada 2020. Bahkan Cupi Cupita tidak paham soal aplikasi tersebut.
"Itu tahun 2020. Jangankan main game, cara membukanya saja Cupi tuh enggak mengerti, cara memainkannya enggak mengerti," imbuhnya.
Cupi Cupita sempat mengira kalau aplikasi judi online itu mirip seperti game online Mobile Legends.
"Iya hanya meng-endorse saja. Meng-endorse yang tadinya merupakan game online. Diperkirakan ini adalah seperti Mobile Legend," lanjutnya lagi.
Sementara bayaran yang diterima Cupi Cupita usai mempromosikan judi online itu tak sampai Rp 10 juta.
Ia menerima tawaran itu karena promotor tersebut adalah orang yang dipercaya Cupi Cupita.
"Karena yang memberikan order ini adalah orang yang dipercaya yang selama ini memberikan order kerjaan lainnya yang sama, seperti sinetron, seperti nyanyi, jadi dipercaya saja. Mungkin Rp 10 juta ke bawah begitulah, kecil sekali," bebernya.
Lebih lanjut Hengky mengakui kalau kasus ini turut mempengaruhi karier Cupi Cupita.
"Iya mempengaruhi sih, makanya saya mau klarifikasi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Terpopuler: Kronologi Kasus Chromebook Nadiem Makarim, Rekomendasi HP Midrange Body Metal
-
Viral Pelayanan Jutek di Puskesmas Cisarua, Ini Respons Pimpinan
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
4 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaik untuk Bapak-Bapak di Mei 2026
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?