- Hasto Kristiyanto menekankan keteladanan Fatmawati sebagai "Ibu Bangsa" saat peluncuran Fatmawati Trophy 2026 di Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).
- Fatmawati dianggap sebagai "Ibu Peradaban" yang melegitimasi peran perempuan dalam ranah politik dan publik Indonesia.
- Hasto menyerukan kader PDI Perjuangan meneladani keberanian dan kepedulian Fatmawati terhadap rakyat kecil.
Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Ibu Negara pertama, Fatmawati Soekarno.
Menurutnya, Fatmawati bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan "Ibu Bangsa" yang menyemaikan kemanusiaan dalam perjuangan yang sunyi.
Hal tersebut disampaikan Hasto dalam acara peluncuran Fatmawati Trophy 2026 yang digelar di Museum Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).
Acara ini dihadiri secara daring dari Uni Emirat Arab oleh Megawati Soekarnoputri bersama M. Prananda Prabowo.
Di lokasi acara, hadir pula Guntur Soekarno, Puti Guntur Soekarno, Romy Soekarno, serta jajaran DPP PDI Perjuangan seperti Bintang Puspayoga dan Yanti Sukamdani.
Hasto mengaku tersentuh dengan refleksi sejarah yang ditampilkan dalam acara tersebut, terutama mengenai proses pembuatan bendera Pusaka.
“Saya tergetar melihat apa yang ditampilkan mas Prananda Prabowo disini. Dalam seluruh kontemplasi bagaimana bendera Merah Putih dibuat, apa yang disampaikan Ibu Mega sangat relevan," kata Hasto.
"Bahwa Sang Dwi Warna bukan sekedar bendera kebangsaan, namun mengandung harapan, keberanian, simbol kedaulatan, dan tekad bagi Indonesia yang bebas dari segala bentuk penjajahan," katanya menambahkan.
Ia menegaskan, bahwa peran Ibu Fatmawati melampaui tugas domestik sebagai istri presiden.
Baca Juga: Berduka dari Abu Dhabi, Megawati Kenang Kesederhanaan Keluarga Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri
Mengutip pemikiran Megawati Soekarnoputri, ia menyebut sosok Ibu Fatmawati sebagai "Ibu Peradaban" yang membuka jalan bagi kepemimpinan perempuan di Indonesia.
"Beliau tidak hanya ibu rumah tangga, tetapi ibu peradaban politik perempuan Indonesia. Ibu Fat memberikan legitimasi kuat bagi kaum perempuan untuk bergerak di ranah publik dan politik, yang kemudian menginspirasi kursus kepemimpinan perempuan yang dilaksanakan di tengah-tengah revolusi fisik yang nampak dalam buku Sarinah karya Bung Karno," ujarnya.
Lebih lanjut, Hasto mengajak hadirin untuk memaknai mesin jahit yang ada di museum tersebut sebagai simbol kedaulatan bangsa. Menurutnya, di balik setiap jahitan bendera, terdapat keteguhan prinsip yang luar biasa.
"Di tengah tekanan penjajah dan kondisi mengandung, beliau menjahit harapan. Beliau merawat semangat kemerdekaan melalui kesederhanaan dan keteguhan pada prinsip," tambahnya.
Dalam konteks kekinian, Hasto mengingatkan pentingnya memiliki "Kesabaran Revolusioner" untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa, mulai dari isu kemiskinan hingga upaya pembungkaman suara kritis.
Ia berpesan agar rakyat tidak takut dalam menyuarakan kebenaran.
Berita Terkait
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah