Pelatih Timnas Indonesia sudah memanggil 25 pemain untuk menghadapi laga kontra Brunei Darussalam jelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan digelar pekan depan. Dari 25 nama, sebanyak 9 orang bermain di luar negeri.
Melihat skuat yang dipanggil, tampaknya Shin Tae yong sangat serius menghadapi Brunei yang dinilai tim lemah di dunia bahkan level Asia Tenggara. Ini memantik pertanyaan, apa motif Shin Tae yong mengumpulkan tim terkuat?
Pengamat sepak bola Binder Singh menilai Shin Tae yong punya misi membangun tim utama Indonesia, yang terdiri dari para pemain muda dan pemain senior.
Sementara ada pula yang menduga, motif Shin Tae yong adalah dendam terhadap pelatih Brunei, Mario Rivera yang pernah menudingnya main mata dengan wasit dalam turnamen Piala AFF.
Binder Singh, dalam kanal Youtubenya, Selasa (3/10/2023) mengatakan Timnas Indonesia akan menampilkan tim full power melawan Brunei yang dia sebut sebagai under dog karena dua alasan.
Pertama Shin Tae yong tidak ingin mengambil risiko. Kedua, laga ini akan dimanfaatkan untuk membangun chemistry antara pemain senior dan junior, untuk membentuk tim utama Timnas Indonesia.
"Sekarang kita melihat Timnas Indonesia adalah gabungan antara pemain muda dan pemain senior. Ini kombinasi yang diperlukan agar permainan dinamis," kata Binder Singh.
Binder mengatakan banyaknya pemain Indonesia yang berasal dari klub-klub Eropa dan Asia yang dipanggil Shin Tae yong akan membuat permainan Timnas Indonesia lebih mengandalkan kecerdasaan serta lebih agresif.
Para pemain keturunan ini punya visi, juga mengandalkan agresivitas. Tak muda menang pressing dengan para pemain ini, karena mereka lama berlatih dan mayoritas bermain di Eropa," beber dia.
Baca Juga: Shin Tae-yong Dkiritik Bos Borneo FC Karena Tak Panggil Stefano Lilipaly ke Timnas
Dendam
Tetapi di sisi lain, ada yang menduga Shin Tae yong sebenarnya juga ingin memberi pelajaran kepada Mario Rivera yang pernah menudingnya main mata dengan wasit asal Korea Selatan di Piala AFF 2022 Desember lalu.
Ketika itu, Timnas Indonesia membantai Brunei dengan skor 7-0. Usai laga, Mario Rivera memprotes kepemimpinan wasit Kim Hee-gon di laga tersebut.
Rivera protes karena ada satu momen dalam pertandingan, Shin Tae yong dan asisten wasit, saling bercanda dan tertawa. Ia kemudian menuding ada konspirasi antara dua warga Korsel tersebut.
"Kami sudah bekerja keras selama 3,5 bulan untuk mempersiapkan diri demi turnamen ini, tapi wasit mengacaukan pertandingan," kata Mario Rivera kepada media Malaysia.
"Di lima menit akhir, Anda bisa lihat asisten wasit tertawa dengan pelatih Indonesia. Tidak bisa diterima. Mereka tidak menghormati pertandingan, tidak menghormati pemain," protes Mario lebih lanjut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Rahasia Pakar Kuliner: Kenapa Makanan Imlek Punya Simbol Damai dan Kekayaan?
-
5 Cara Memilih Sunscreen Nyaman, Anti Lengket dan Anti Perih di Mata
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
5 Rekomendasi Model Baju Imlek Wanita 2026 yang Nyaman dan Elegan
-
4 Outfit Dress ala Annie ALLDAY PROJECT, dari Edgy sampai Elegan Look!
-
5 Fakta Kebun Binatang Surabaya Usai Digeledah Kejati Jatim, Manajemen Pastikan Wisata Normal
-
Adik Ipar Serang Pesulap Merah usai Pengakuan Poligami, Keberadaan saat Istri Sakit Dipertanyakan
-
TEBAK SKOR Final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Indonesia vs Iran: Sejarah di Depan Mata
-
Mengenal 6 Tipe Kepribadian Perempuan: Kamu Alpha, Beta, atau Sigma?
-
Kejati Sulsel Sita Rp1,25 Miliar Kasus Korupsi Bibit Nanas 2024: Siapa Dalangnya?