/
Rabu, 07 Desember 2022 | 11:15 WIB
Lord Rangga Sasana. (Youtube/Deddy Corbuzier)

Kabar duka kembali datang, kali ini dari Kekaisaran Sunda Empire yakni Lord Rangga meninggal dunia. Pria yang sempat menghebohkan jagat maya se Indonesia ini wafat pada Rabu (7/12/2022).

Lord Rangga yang memiliki nama asli yakni Edi Raharjo atau mengaku bernama Ki Ageng Rangga Sasana lahir pada 12 September 1967. 

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, ini dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 05.39 WIB pagi ini.

Sosok yang selalu tampil khas dengan mengenakan topi baret dan baju bak seragam kesatuan setiap tampil di televisi tersebut diketahui meninggal dunia di Rumah Sakit Mutiara Bunda Tanjung, Brebes. 

Berikut ini Kontroversi Lord Rangga

Kekaisaran Sunda Empire

Pemberitaan terkait Sunda Empire adalah yang membuat nama Lord Rangga melambung, hingga ia sempat viral beberapa saat dan diundang ke stasiun TV dan media lainnya. 

Dalam Kekaisaran Sunda atau Sunda Empire, Lord Rangga merupakan salah satu petinggi yang menjabat Sekretaris Jendral (Sekjen).

Dalam sebuah video yang pertama kali beredar, pria berseragam dengan topi flat cap biru muda itu bercerita tentang Sunda Empire-Earth Empire. Menurutnya, Sunda Empire-Earth Empire itu merupakan sebuah kekaisaran matahari.

Baca Juga: Diego Michiels Terancam 2 Sanksi Tegas Komdis PSSI usai Pukul Striker Persija Michael Krmencik

Petinggi Sunda Empire, yaitu Rangga Sasana mengklaim banyak hal-hal yang tidak masuk akal seperti Pentagon di Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa berasal dari Bandung. 

Rangga juga memberikan pernyataan kontroversial bahwa Sunda Empire mampu menyelamatkan bumi dan juga menghentikan perang nuklir. 

Bumi Berakhir 15 Agustus 2020, Negara Harus Daftar Ulang

Selain dengan Kekaisaran Sunda Empire-nya, Lord Rangga juga pernah membuat publik terheran-heran dengan salah satu wawancaranya, yang menyebut bahwa negara sudah "kadaluarsa". 

Dalam wawancara tersebut, Raden Rangga menyebut negara harus melakukan daftar ulang pada Agustus 2020. Namun memang tak dijelaskan secara utuh negara mana dan kepada siapa melakukan daftar ulang. 

Mendekam Di Penjara

Load More