Keputusan salah satu pentolan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, Munahar Muchtar yang bergabung dalam relawan Anies Baswedan kini tengah menjadi sorotan.
Salah satu yang menyoroti hal tersebut yakni, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga. Ia turut mengomentari langkah Munahar Muchtar terkait Pilpres 2024 atau persisnya dengan bergabungnya Munahar Muchtar dengan relawan Anies Baswedan.
Menurut Jamiluddin Ritonga, keputusan Munahar menjadi relawan dari Anies Baswedan sebenarnya merupakan hal yang tak perlu dipermasalahkan.
Kata Jamiluddin Ritonga, langkah Munahar bergabung jadi relawan merupakan hak setiap warga negara dalam mengatur pilihan politiknya.
“Kalau dalam posisi itu tentu tidak ada masalah. Sebab hak setiap warga negara untuk menjadi relawan salah satu capres pilihannya. Siapa pun tidak boleh membatasi, apalagi melarangnya,” ujarnya dikutip dari WartaEkonomi.co.id (Jaringan Suara.com), Senin (12/12/2022).
Seperti diketahui, tiga profesi yang dilarang mendukung calon presiden yakni PNS, TNI dan Polri.
Ia mengatakan bahwa orang yang dilarang untuk mendukung calon presiden hanyak tiga, yaitu PNS, TNI, dan Polri.
“Karena itu, dukungan Munahar Muchtar kepada Anies melalui Baperan tentu tak perlu diributkan. Sebab, hal itu menjadi haknya sebagai warga negara dan dilindungi oleh UU,” tegasnya.
Meski demikian, melihat kapasitas Munahar sebagai Ketua MUI, keputusannya menjadi relawan Anies pasti akan menimbulkan gesekan di masyarakat.
Baca Juga: Anies Baswedan Naik Private Jet saat Safari Politik, Publik Bertanya: Dananya dari Bohir apa APBN?
Lebih lanjut, Jamiluddin Ritonga menyebut salah satu risiko Munahar menjadi relawan Anies Baswedan yakni mengganggu keharmonisan dari umat beragama.
“Memang secara hukum tidak ada larangan menjadi relawan capres tertentu. Hanya saja, karena MUI menaungi semua umat, maka menjadi relawan salah satu capres dapat membuat gesekan. Hal itu dapat mengganggu keharmonisan umat,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Anies Baswedan dan Nasdem Dilaporkan ke Bawaslu, Safari Politiknya Dianggap Buat Cemburu Capres dan Partai Lain
-
Wacana Prabowo Jadi Cawapres Anies, Perindo: Tidak Etis, Elektoral Prabowo Lebih Tinggi
-
Bakal Calon Presiden Anies Baswedan Pakai Private Jet Saat Safari Politik, Denny Siregar: Semoga Milik Umat Ini Bisa Bawa Berkah
-
Anies Baswedan Naik Private Jet saat Safari Politik, Publik Bertanya: Dananya dari Bohir apa APBN?
-
Panggung Acara Anies Baswedan Ambruk, Netizen: Kebanyakan Ngibul
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional
-
Sebut Saiful Mujani Elite Kaya Raya, Habiburokhman: Waspadai Propaganda Hitam Berkedok Kritik
-
Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz
-
5 Mesin Kopi Philips Terbaik 2026
-
Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS
-
Bukan Sekadar Main Game, Komunitas dan Kreator Jadi Kunci Besarnya Industri Gaming Asia Tenggara
-
Ketajaman Eksel Runtukahu Bersama Persija Jakarta, Sinyal Positif Lini Serang Timnas Indonesia
-
Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Jika Kapal Militer Mendekat
-
Irit Bicara di Hari Pernikahan Teuku Rassya, Tamara Bleszynski: Semoga Bahagia, Bye Bye
-
3 Supertanker Mulus Lewat Selat Hormuz Bawa Minyak dari Arab dan UEA, Kok Bisa?