- Kemenperin menunda insentif kendaraan listrik hingga Juli 2026 guna mendukung pengembangan ekosistem otomotif nasional yang lebih kompetitif.
- Pemerintah memastikan penundaan stimulus sementara tersebut tidak akan memengaruhi minat investasi jangka panjang para investor di Indonesia.
- Program insentif terbukti efektif meningkatkan daya saing produk serta mendongkrak penjualan kendaraan listrik secara signifikan di pasar domestik.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan, penundaan pemberian insentif kendaraan listrik hingga Juli 2026 tidak akan mengganggu minat investasi industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan pemerintah tetap berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, meski realisasi insentif mengalami penundaan.
"Pada prinsipnya, Kemenperin itu terus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air," kata Febri kepada wartawan, dikutip Kamis (28/5/2026).
Menurut dia, program insentif memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing kendaraan listrik sekaligus memperluas keterjangkauan harga bagi masyarakat.
"Tentu insentif itu menjadi bagian penting untuk membuat harga kendaraan listrik ini semakin terjangkau dan juga meningkatkan daya saing produk dalam negeri," ujarnya.
Febri menilai program insentif kendaraan listrik selama ini cukup efektif mendorong peningkatan penjualan EV di pasar domestik.
"Kami melihat, program insentif ini sangat diminati dan memang memberikan dampak yang sangat positif pada peningkatan penjualan kendaraan listrik di Indonesia," katanya.
Meski demikian, Kemenperin memastikan penundaan pemberian insentif tidak membuat investor menarik diri dari Indonesia.
Menurut Febri, investor masih melihat prospek pasar kendaraan listrik nasional dalam jangka panjang.
Baca Juga: Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan
"Terkait dampaknya pada investasi, kami optimis para investor masih melihat potensi pasar Indonesia yang sangat besar dan berkomitmen jangka panjang," ucapnya.
Ia menambahkan, insentif kendaraan listrik pada dasarnya hanya bersifat stimulus sementara, sedangkan keputusan investasi didasarkan pada prospek industri dalam jangka panjang.
"Insentif ini kan stimulus sementara, sedangkan komitmen investasi itu didasarkan pada prospek pasar jangka panjang," kata Febri.
Berita Terkait
-
Waspada! Pemerintah Mulai Sidak SPKLU, Isi Daya Mobil Listrik Bisa Tak Sesuai Bayaran?
-
Mengapa Pasar Khawatir pada Danantara Sumber Daya Indonesia
-
Asing Kabur Bawa Dana Rp 51,42 T dari Pasar Saham Hari Ini, ANTM Paling Banyak
-
IHSG dan Rupiah Ambruk, Luhut ke Investor Global: Saya Minta Maaf Karena Situasi Ini!
-
IHSG Anjlok Usai DSI Dibentuk, Purbaya Sebut Investor Belum Paham Badan Ekspor Baru
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Investor Bitcoin Mulai Tinggalkan FOMO, Fokus ke Riset dan Strategi
-
Penutupan Alfamart Dikaikan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?
-
Bank Investasi China Berikan Pinjaman Rp71,5 Triliun untuk Indonesia, Mau Buat Apa?
-
BUMN Dana Pensiun Perluas Bantuan Hunian ke Pensiunan
-
Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban untuk Masyarakat pada hari raya Iduladha 2026
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan
-
Rupiah Anjlok ke Rp17.870 Hari Ini, Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
-
Cukai Tak Naik Jadi Angin Segar, Kinerja Industri Rokok Disebut Masih Tinggi
-
Iduladha 2026, Pertamina Trans Kontinental Jaga Operasional & Berbagi Berkah Kurban pada Masyarakat
-
Harga Minyak Dunia Naik Turun, Berikut Daftar Harga BBM di Pertamina dan SPBU Swasta!