/
Rabu, 28 Desember 2022 | 14:37 WIB
Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi menjadi sorotan paska disebut-sebut bakal menggantikan menteri dari Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo yang kini menjabat Menteri Pertanian.

Salah satu yang menyoroti TGB yakni pengamat Politik Rocky Gerung. Ia menyebut TGB mempunyai rekam jejak yang kurang baik yang dia sebut sebagai ‘komorbidkorupsi.

Diketahui, saat TGB masih menjabat sebagai Gubernur NTB, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah menyelidiki dugaan korupsi yang dilakukan TGB. 

Kabarnya, TGB menerima aliran dana divestasi Newmont Nusa Tenggara periode 2009-2013. Dugaan tersebut mendorong politikus mendesak KPK mengusut TGB.

Namun, baru-baru ini TGB yang merupakan kader Perindo diiuskan bakal menjadi Menteri Pertanian menggantikan menteri dari partai Nasdem jika Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet.

“Tapi yang agak sulit kita pahami yaitu kapasitas dari orang yang akan menggantikan atau Tuan Guru Bajang tuh,” kata Rocky Gerung dikutip dari Chanel YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (28/12/2022).

Rocky Gerung juga kembali menyinggung kasus TGB dan menyebutnya komorbid korupsi

“Kita tahu Tuan Guru Bajang juga ada kasus kemarin-kemarin (korupsi) dan tentu soal-soal semacam ini yang kita sebut sebagai komorbid sehingga diperlukan semacam vaksinasi,” ungkapnya.

“Jadi ini sebenarnya Perindo minta divaksinasi sebetulnya oleh istana tuh supaya di sekitar memimpin terasnya itu tidak berubah menjadi patologis,” jelasnya.

Baca Juga: Soroti Rumor Reshuffle Menteri Nasdem ke Perindo, Masa Lalu Hary Tanoe Kembali Diungkit

Lebih lanjut, Rocky Gerung juga menyebut kasak-kusuk terkait reshuffle tidak lagi didasari kapasitas namun pada kecemburuan-kecemburuan politik.

“Udah pada kirim-mengirim sinyal tuh jadi pasti Nasdem akan sakit hati, itu kok pernah kita usir dari Nasdem, gampangnya begitu kira-kira malah dipanggil lagi sama Istana,” kata dia.

“Lah bagi istana itu soal pragmatis ada urusan dengan value di situ siapa yang mampu untuk menambahkan suara dan uang itu pasti direkrut oleh istana tuh, jadi udah diterima saja,” imbuhnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More