Ekonomi senior Rizal Ramli kerap memberikan kritikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Namun, kali ini ia disebut turut menyenggol kinerja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Kader dari PDIP Ganjar Pranowo mendapatkan sindiran keras dari Rizal Ramli soal bencana banjir di Kota Semarang, Kudus, Pati, Pekalongan hingga Pemalang, Sabtu (31/12/2022).
Rizal Ramli menyebutkan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan yang merupakan partai Ganjar itu sudah memperingatkan terkait potensi banjir di Semarang.
"Pangeran Tik-Tok kemana aja? Padahal Mbak Mega sudah sejak dua tahun yang lalu ingatkan potensi banjir Semarang @PDI_Perjuangan," tulis Rizal Ramli di akun Twitternya pada Minggu (1/1/2023).
Lebih lanjut Rizal Ramli menyindir bahwa orang yang ia sebut pangeran Tiktok sudah banyak bicara akan menjadiakan Indonesia negara adidaya.
"Tong, gitu kok cuap-cuap akan jadikan Indonesia negara adidaya? Emang situ ngerti dan bisa?" imbuhnya.
"Rupanya Pangeran Tik-Tok pas Kampanye Pilgub 2018 menjanjikan penanganan banjir dan rob di Kota Semarang dikerjakan secara tuntas. Tapi nyatanya," komentar warganet.
"Banjir di Semarang, Kudus, Demak sudah menjadi agenda tahunan dan mungkin susah untuk mengatasinya, yang terpenting sebagai warga yang sering terdampak banjir harus menyiapkan diri," imbuh warganet lain.
"Mungkin memang itu program pak, untuk jadi sister city nya Venisia yang di Italia itu Pak," imbuh warganet lain.
Baca Juga: Megawati Soekarnoputri Umumkan Capres PDIP 2023, Ganjar Pranowo? Puan Maharani atau Siapa?
"Alih alih rambut putih mikirin rakyat, ini putih karena mikirin konten," tulis warganet di kolom komentar.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026