/
Senin, 23 Januari 2023 | 20:53 WIB
Sekjen PAN Eddy Soeparno. ([Suara.com/Yaumal Asri])

Sekjen PAN Eddy Soeparno menyatakan pihak Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dimotori partainya bersama Golkar dan PPP, tidak akan grasah-grusuh umumkan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) yang diusung.

Hal ini, kata Eddy, lantaran KIB sudah memilikinya jadwal dan strategi tersendiri.

"Bahwa ternyata ada berbagai partai yang mengumumkan siapa akan menjadi capresnya, bahkan juga mengatakan sudah terbentuk koalisinya itu tidak membuat kita kemudian merasa ketinggalan kereta," tuturnya, Senin (23/1/2023).

Pembicaraan terkait capres-cawapres yang diusung, kata Eddy, akan dibahas bersama-sama dan keputusannya akan diambil secara kolektif kolegial, setelah melalui kajian dan proses dalam internal KIB.

Ia menegaskan pula bahwa sejauh ini PAN bersama-sama dengan Partai Golkar dan PPP masih solid dalam sekoci KIB.

"Sangat solid, para ketua umumnya berbicara secara sangat teratur, kita di tim kerja juga berbicara secara sangat teratur," kata Eddy.

Ridwan Kamil Lebih Pilih Gabung ke Golkar

Sementara itu, terkait Ridwan Kamil yang lebih memilih bergabung ke Golkar, Eddy mengaku pihaknya menghormati keputusan Gubernur Jawa Barat itu. 

"Oh enggak, kita juga kan bersama sama, berikhtiar, bersama-sama mencari kecocokan, sama-sama saling menjajaki," ucapnya.

Baca Juga: PDIP Anggap Penolakan 8 Fraksi soal Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Cuma 'Hore-Hore', PAN: Ini Tidak Bercanda

Ia pun menyambut optimistis merapatnya Ridwan Kamil ke Partai Golkar yang merupakan rekan koalisi partainya. 

Menurutnya, semakin banyak tokoh publik yang memiliki rekam jejak baik berperan aktif di partai politik maka dapat mengantarkan perpolitikan Indonesia semakin cerah ke depannya.

"Jadi saya ucapkan selamat kepada Kang Emil, termasuk juga selamat kepada Golkar mendapatkan Kang Emil tokoh Jawa Barat, gubernur yang memiliki rekam jejak yang cukup baik," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR itu.

Eddy mengaku pihaknya tetap menjalin hubungan baik dengan Ridwan Kamil usai resmi bergabung dengan Partai Golkar. Hal tersebut, lanjut dia, juga tidak menyurutkan tekad PAN untuk terus bersama-sama berperan aktif bagi masyarakat.

"Meskipun di perahu berbeda, saya kira misi kita tetap sama," ucapnya.

Ia menyebut sejauh ini belum ada pembicaraan terkait nama Ridwan Kamil dalam internal KIB. 

Load More