/
Rabu, 08 Februari 2023 | 15:19 WIB
Seorang siswa adu mulut hingga memaki staf guru di SMK Pustek Serpong, Tangsel. ([Instagram])

"Harusnya gak usah diucapin begitu, *pantes ga pnya bapa*. Orang udah nge-down tambah ngedown dan ngegas, apalagi usia masih remaja, psikologi anak-anak usia seperti itu klo dikasih tahu jangan menghujat, ya makin di gas," tulisnya.

"Dia ngelawan sebelum gurunya ngomong pantesan ga punya bapak, jadi emang muridnya yang gak punya otak, ucapan gurunya masih nahan itu," tulis @adeliarss17.

"Si anak perlu di DO, si bapak perlu diskors," komentar @dikko.affriadi.

Klarifikasi SMK Pustek Serpong

Sementara itu, pihak SMK Pustek Serpong Tangsel angkat suara soal video viral terkait keributan antara siswa dengan staf guru yang kekinian diketahui bernama Rusmono.

Kepala SMK Pustek Serpong Kota Tangerang Selatan Mathoda memaparkan kronologi peristiwa tersebut.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Selasa (7/2/2023) sekira pukul 15.00 WIB. Keributan berawal saat guru piket Rusmono menegur salah seorang siswa yang iseng memainkan saklar lampu mati-nyala.

Kesal dengan keisengan itu, Rusmono menegur siswa tersebut. Bahkan, Rusmono mengajak siswa tersebut untuk menemui ibu-bapak siswa tersebut.

"Gara-gara dia iseng mainin saklar lampu di kelas di lantai 2. Ditegur sama petugas lantai, Pak Rusmono. Dia petugas, guru piket dan penanggungjawab lantai 2," kata Mathoda saat dikonfirmasi SuaraJakarta.id, Rabu (8/2/2023).

Baca Juga: Viral Driver Ojol Pukul Karyawan Restoran Berakhir Dipolisikan dan Putus Mitra

Rusmono yang terpancing emosi kemudian sempat menyebut bahwa siswa tersebut tak memiliki bapak karena sombong.

Soal itu, Mathoda menyebut, bahwa Rusmono terbawa emosi dan tak mengetahui bahwa siswa tersebut merupakan anak yatim.

"Pak Rusmono tidak tahu kalau siswanya anak yatim. Dia ngakuin, karena emosi. Untungnya nggak pakai kekerasan karena nutupin pintu," papar Mathoda.

Mathoda menuturkan saat ini kasus keributan siswa dengan guru piket itu sudah berakhir damai. Keduanya sudah sama-sama mengakui kesalahan dan meminta maaf.

"Kemarin sudah diklarifikasi. Supaya orang tuanya nggak salah tafsir mau dikasih tahu ke orang tuanya. Siswanya dipanggil guru BP, sudah minta maaf, Pak Rusmono juga minta maaf," pungkas Mathoda.

Load More