/
Jum'at, 14 April 2023 | 23:15 WIB
Cek Fakta: thumbnail video yang mengklaim Presiden Jokowi Jebloskan Ganjar Pranowo, Hubungan Kedunya Jadi Sorotan. [YouTube]

Baru-baru ini beredar kabar yang mengklaim Presiden Jokowi atau Joko Widodo memerintahkan Kapolri untuk menangkap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Klaim tersebut beredar melalui video yang diunggah akun Facebook "Doa Ibu". Melalui video tersebut disebutkan atas perintah Presiden Jokowi KPK jemput paksa Ganjar Pranowo.

"ATAS PER1NTAH JKW ! KAPOLRI J3MPUT P4KSA GANJAR GEG4RA HAL INI…," tulis narasi unggahan tersebut.

Lantas benarakah klaim Ganjar Pranowo dijemput polisi? Selngkapnya akan terjawab melalui artikel ini.

Penjelasan Cek Fakta 

Sebuah akun Facebook dengan nama pengguna “Doa Ibu” mengunggah video dengan klaim Jokowi perintahkan Kapolri untuk penjarakan Ganjar.

Setelah melakukan penelusuran, thumbnail video tersebut merupakan hasil editan dan isi video tersebut adalah potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan.

Melansir dari Kompas.com salah satu klip yang menampilkan mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi identik dengan video di kanal YouTube Kompas TV dengan judul “Tanggapan Eks Ketum PSSI Edy Rahmayadi soal Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20”.

Dalam video itu Edy meminta kepada pihak pengambil keputusan untuk lebih bijaksana dalam bersikap supaya tidak ada lagi tambahan hukuman dari FIFA. Hal itu Edy sampaikan setelah status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 2023 dicabut.

Baca Juga: 4 Alasan Prabowo Unggul Atas Ganjar dan Anies versi ISC

Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa Jokowi perintahkan Kapolri untuk penjarakan Ganjar adalah salah  dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.

Kesimpulan

Faktanya judul, isi video dan narator dalam video tersebut tidak berkaitan. Dalam video tersebut sama sekali tidak ditemukan informasi bahwa Jokowi perintah Kapolri untuk penjarakan Ganjar.

Video yang mengklaim Kapolri jemput paksa Ganjar Pranowo atas permintaan Jokowi termasuk dalam dalam kategori konten yang dimanipulasi

Load More