Upaya untuk membebaskan pilot Susi Air, Kapten Philip yang disandera oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) masih terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia.
Belakangan beredar video dengan narasi bahwa untuk membebaskan pilot Susi Air dari tangan OPM, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman mengirimkan pasukan setan ke Papua.
"Terbaru - JENDERAL DUDUNG MURKA, KIRIM PASUKAN SETAN UNTUK KEPALA PILOT SUSI," tulis judul video yang diunggah akun Youtube Garis Politik.
Pengunggah video juga menampilkan thumbnail. Pada thumbnail terdapat foto KSAD Jenderal Dudung dan Pilot Susi Air, Kapten Philip.
"KSAD murka. Mengejutkan! Harga kepala pilot Susi Air. Jenderal Dudung Kirim Setan ke Papua," tulis narasi pada thumbnail.
Penelusuran:
Video berdurasi 12 menit 7 detik ini berisi potongan klip terkait pemberitaan disanderanya pilot Susi Air, Kapten Philip yang disandera oleh OPM.
Dari awal video, pengunggah tampilkan potongan wawancara Jenderal Dudung soal kesiapan anggota pasukan Kopassus untuk ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Pasukan Setan yang dimaksud oleh pengunggah video ialah pasukan Kopassus. Sementara itu, beberapa waktu lalu Panglima TNI Laksamana Yudo Margono telah menetapkan status siaga perang dalam operasi penyelamatan sandera di Papua.
Dari awal hingga akhir video ditampilkan potongan klip mengenai konflik bersenjata antara pihak TNI dengan OPM di Papua.
Namun pengunggah video tidak tampilkan informasi terbaru bawah Jenderal Dudung beberapa waktu lalu melepas pasukan dari Batalyon Infanteri Para Raider 433/Julu Siri di Maros, Sulawesi Selatan untuk berangkat ke Papua.
Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran, pengunggah video tidak menampilkan penjelasan perihal Setan yang dkirim Jenderal Dudung ke Papua untuk bebaskan Kapten Philip dari OPM. Hal itu bisa membuat publik bisa keliru memahami judul video yang beredar.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Kadinkes Lampung Reihana Ditangkap, KPK Temukan Barang Bukti Uang Triliunan Rupiah, Benarkah?
-
Cek Fakta: FIFA Tunjuk Timnas Indonesia Jadi Tim Kehormatan di Piala Dunia U-20 2023, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Berkat Bantuan Mahfud MD, KPK Tangkap Kadinkes Lampung Reihana
-
Komnas HAM Akan Kirim Amicus Curiae Soal Konflik Masyarakat Adat Suku Awyu Vs Perusahaan Sawit
-
Hutan di Kampung Diobrak-abrik Perusahaan Sawit, Masyarakat Adat Boven Digoel Lapor Komnas HAM
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
7 Cara Menjaga Kesehatan Kulit Saat Cuaca Panas, Jangan Abaikan Rutinitas Ini
-
Aljazair Comeback Kalahkan Yordania 2-1 dan Jaga Asa Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ulasan Drama Hometown Cha Cha Cha, Romansa Manis di Pesisir Desa Gongjin
-
Massa Aksi di Balai Kota Depok Tuntut Kelanjutan Program MBG: Demi Sejahterakan Petani dan Nelayan
-
5 Langkah Cegah Lonjakan Gula Darah di Pagi Hari, Penderita Diabetes Simak
-
TVS Kantongi Predikat Manufaktur Ramah Lingkungan
-
Helm Canggih Ini Bisa Deteksi Pengendara Ngantuk, Teknologi atau Gangguan?
-
Pratama Arhan ke Persija Jakarta Susul STY?
-
Update Harga HP OPPO Juni 2026: Banyak Diskon untuk Seri Flagship hingga Entry-Level
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya