/
Rabu, 12 Juli 2023 | 21:45 WIB
Bakal capres dari PDIP, Ganjar Pranowo, dalam konsolidasi dengan kader DPD PDIP Banten di Kota Serang, Sabtu (27/5/2023). ([Dok. PDI Perjuangan])

Elektabilitas bakal capres Ganjar Pranowo tertinggal dari calon pesaingnya, Prabowo Subianto. Hal ini berdasarkan hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Berdasarkan hasil survei simulasi tiga nama capres, Prabowo unggul 3,6 persen dari Ganjar. Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah tersebut sebesar 32,2 persen.

Sedangkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memiliki elektabilitas 35,8 persen. Posisi ketiga ditempati Anies Baswedan dengan 21,4 persen.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menargetkan peningkatan elektabilitas Ganjar Pranowo dalam kurun waktu tujuh bulan menjelang Pilpres 2024.

PPP yang jadi partai pendukung bakal capres dari PDIP itu meyakini elektabilitas Ganjar bisa lebih tinggi dari sekarang ini.

Baidowi mengatakan, tujuh bulan sebelum Pilpres 2024 akan sangat menentukan dalam upaya meraih dukungan masyarakat.

"Masih ada waktu tujuh bulan untuk terus meningkatkan elektabilitas Pak Ganjar," kata Baidowi, Rabu (12/7/2023).

Awiek, sapaan Baidowi, menilai salah satu faktor yang bisa meningkatkan elektabilitas Ganjar adalah bakal calon wakil presiden (cawapres).

Ia berharap sosok cawapres pendamping Ganjar bisa memberikan efek elektoral pada Pilpres 2024.

Baca Juga: Survei Capres Prabowo vs Ganjar vs Anies, LSI: Elektabilitas Menhan Konsisten Menguat

"Apalagi nanti ditentukan oleh figur cawapres yang diharapkan menopang kemenangan Pak Ganjar," ujar dia.

Load More