/
Selasa, 01 Agustus 2023 | 23:03 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (Ditreskrimum PMJ) gelar rekonstruksi kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Aki Wowon Cs, Rabu (1/3/2023). (Suara.com/Danan Arya)

Pembunuh berantai di Bekasi-Cianjur, Aki Wowon mengaku bahwa ia khilaf dengan membunuh 9 orang. Hal itu diungkap Wowon saat lanjutan persidangan di PN Bekasi, Selasa (1/8). 

Wowon mengatakan meminta maaf dan khilaf telah membunuh 9 orang di Bekasi dan Cianjur. Wowon pun mengatakan agar hakim memberikan keringanan untuk hukumannya. 

"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, yang terhormat bapak ibu yang mulia saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan saya atas perbuatan saya yang saya lakukan," kata Wowon dalam ruang sidang seperti dikutip dari SuaraBekaci.id

Belum selesai Aki Wowon menyelesaikan pembicaraannya, ketua majelis hakim Suparna langsung memotong pernyataan Wowon.

"Kalau itu nanti-nanti, jadi sidang selanjutnya hari senin tanggal 7 Agustus (2023), dengan acara pemeriksaan terdakwa," kata Suparna.

Saat perjalanan menuju ruang sidang, Wowon kembali menyampaikan bahwa dirinya meminta maaf atas kekhilafan yang telah ia lakukan.

"Iya, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan saya," kata Wowon, kepada awak media.

Aki Wowon bersama dua rekannya, Solihin alias Duloh (63) dan M. Dede Solehuddin (35) melakukan pembunuhan berantai atau serial killer mengaku melakukan praktik penipuan berkedok penggandaan uang terhadap para tenaga kerja wanita (TKW) sejak 2016.

Aki Wowon menjelaskan, untuk melancarkan praktik penipuan berkedok penggandaan uang ini dirinya membuat tokoh sakral fiktif bernama Aki Banyu sejak 2016.

Baca Juga: 7 Fakta Pembunuhan Desy, Gadis Pegawai Fotokopi di Kediri yang Ditemukan Tewas Dalam Karung

Tokoh ini dia buat untuk meyakinkan dua rekan kejahatannya Solihin alias Duloh (63) dan M Dede Solehuddin (35) hingga para korban TKW.

Load More