/
Kamis, 28 September 2023 | 20:05 WIB
Pratama Arhan (instagram/@pratamaarhan8)

Pratama Arhan belakangan ini ramai dikabarkan bakal bergabung dengan klub Korea Selatan Suwon FC. Suami Azizah Salsha itu dikabarkan bakal bergabung pada Januari 2024 mendatang.

Terkait kabar tersebut, pengamat dan analis sepak bola luar negeri, Ben Griffis mengkhawatirkan Pratama Arhan akan tetap menjadi alat meski pindah ke klub K League 1, Suwo FC.

Ben Griffis mmemberi pandanganya soal kabar Pratama Arhan bakal pindah ke Suwon FC pada awal tahun 2024 mendatang seperti yang diberitakan media besar Korea Selatan, Chosun, Selasa (26/9/2023).

Giffis mengungkapkan, Pratama Arhan terbilang punya potensi untuk bersaing di Liga Jepang atau Korea Selatan. Meski demikian, jika tim yang membelinya cuma berpikir soal marketing, hal tersebut bakal buruk untuk perkembangan suami Zize sapaan Azizah Salsha.

"Bagaimana jika Arhan hanya sekedar alat pemasaran seumur hidupnya," cuit Ben Griffis di Twitter pada Rabu (27/9/2023).

"Suwon FC selangkah lebih maju dari Verdy. Saya tahu dia punya potensi tapi pada dasarnya dia tidak bermain sepak bola di klub sejak pindah ke Verdy yang 100 persen akan merugikan perkembangan pemain muda," ungkapnya

Griffis pun merespon salah satu komentar warganet yang menyebut seharusnya tim merekrut pemain dengan tujuan memberinya kesempatan nyata untuk berkembang.

Namun, jika tim tersebut cuma memenitingkan marketing, hal tersebut merupakan perlakuan buruk terhadap pemain.

"Mengontrak pemain untuk tidak memberinya peluang nyata tetapi hanya untuk keterlibatan/pemasaran adalah hal yang buruk," ujar Griffis.

Baca Juga: Pratama Arhan Dilirik Suwon FC, Azizah Salsha Unggah Foto Ini, Netizen: Geulis Pisan

"Mendatangkan pemain untuk pengembangan dan prospek sekaligus memasarkannya adalah hal yang bagus," paparnya.

Griffis kemudian menuding Tokyo Verdy menjadi contoh sebuah klub hanya mementingkan pemasaran bukannya punya niat tulus memberi ruang bagi Pratama Arhan untuk berkembang.

"Sepertinya Verdy tidak pernah memberinya kesempatan dan kemudian memasarkannya, itu buruk," tegas Griffis.

"Verdy hanya tampaknya tidak peduli untuk mengembangkannya dan seluruh liga berusaha sekuat tenaga untuk memasarkannya," tuturnya.

Sejak berkarier di Tokyo Verdy pada musim lalu, Pratama Arhan cuma tampil empat kali dengan menit bermain yang minim yakni 225 menit.

Jika dirinci, Arhan cuma tampil 45 menit di J2 League musim lalu. Sedangkan pada musim ini Arhan tampil dua kali di Piala Kaisar dan hanya 10 menit bermain di J League 2023.

Kehadiran Suwon FC dari K League 1 tentu menjadi angin segar bagi Arhan untuk membangun ulang kariernya di luar negeri. Namun, jika melihat sudut pandang Griffis, bukan tak mungkin sang pemain lagi-lagi cuma jadi alat marketing.

Terlebih, media Korea Selatan Chosun melapoorkan jika General Manager Suwon FC Choi Soon Ho memang berencana menaikan nilai klub dan memasarkannya ke Asia Tenggara.

"General Manager Suwon FC Choi Soon Ho, yang mulai menjabat menjelang musim ini, mengawasi pasar Asia Tenggara untuk meningkatkan nilai klub. Dia secara khusus menaruh perhatian pada Indonesia," tulis Chosun.

"Suwon FC memutuskan membutuhkan pemain asal Indonesia untuk menjalankan rencana, sehingga mencari pemain berkualitas. Jadi, Arhan masuk dalam daftar calon."

Load More