Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Kamis (12/10) pada leg pertama babak kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Jelang melawan Brunei, Shin Tae-yong tegaskan bahwa pemain Timnas Indonesia tidak meremehkan tim lawan. Ia mengatakan akan tetap menginstruksikan agar anak asuhnya tetap fokus.
Apapun itu, kita serius mempersiapkan diri dan target menang wajib di tangan,’’ ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut seperti dikutip Moots.Suara.com dari laman resmi PSSI.
Di atas kertas, Timnas Indonesia memang memiliki rekor bagus jika hadapi Brunei. Sepanjang sejarah pertemuan, Timnas Indonesia meraih 7 kali kemenangan, 2 kali imbang dan 2 kali kalah.
Dari 7 rekor kemenangan Timnas Indonesia atas Brunei, tim Merah Putih mampu mencetak gol lebih dari 2 gol.
Pada pertemuan pertama Timnas Indonesia vs Brunei yang berlangsung pada 22 November 1977, 4 gol sukses dicetak oleh penggawa Merah Putih. Kemenangan 4-0 Timnas Indonesia atas Brunei itu terjadi di Kuala Lumpur, Malaysia pada ajang SEA Games.
Kemenangan terbesar kembali ditorehkan Timnas Indonesia atas Brunei pada era 80-an. Tepatnya saat Timnas Indonesia bersua di ajang SEA Games 1989. Saat itu Timnas Indonesia mencetak 6 gol tanpa balas.
Enam gol kemenangan Timnas dicetak oleh Mustaqim (3 gol), dua gol I Made Pasek dan satu gol lagi dari Jaya Hartono. Selang 23 tahun kemudian, Timnas Indonesia pada 2012 kembali mencetak kemenangan besar atas Brunei.
Pada 26 September 2012, pada ajang uji coba, Timnas Indonesia meraih kemenangan 5-0 atas Brunei. Terakhir pada 26 Desember 2022, Timnas Indonesia yang dilatih oleh Shin Tae-yong sukses menang 7-0 atas Brunei.
Baca Juga: Minus Marselino dan Rafael Struick, Timnas Indonesia Bisa Cetak Berapa Gol ke Gawang Brunei?
7 gol kemenangan anak asuh Shin Tae-yong itu dicetak oleh Syharian Abimanyu, Dendy Sulistyawan, Egy Maulana Vikri, Ilija Spasojevi, Ramadhan Sananta, Marc Klok dan Yakob Sayuri.
Berita Terkait
-
3 Hal Menarik yang Diungkapkan Shin Tae-yong Sebelum Timnas Indonesia Hadapi Brunei Darussalam
-
Vietnam Kalah dari China, Pengamat Sepak Bola Lokal: Waktunya Fokus ke Timnas Indonesia
-
Pemanggilan Hokky Caraka ke Timnas Indonesia, Bukti Kuat Insting Shin Tae-yong
-
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam di Leg 1 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Minus Marselino dan Rafael Struick, Timnas Indonesia Bisa Cetak Berapa Gol ke Gawang Brunei?
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural