/
Rabu, 29 November 2023 | 17:46 WIB
Rafael Struick Merinding Nyanyikan Indonesia Raya di Depan Ribuan Suporter: Mimpi Kecil Saya Jadi Kenyataan. (Instagram)

Penampilan pemain naturalisasi Timnas Indonesia dalam dua pertandingan putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2023 mendapat kritik dari pengamat sepak bola Tommy Welly (Bung Towel).

Bung Towel menyoroti kualitas Shayne Pattynama, Sandy Walsh hingga Rafael Struick. Menurutnya, pemain naturalisasi semestinya tak perlu dipuji berlebihan.

Ia meminta penggemar sepak bola tidak membeda-bedakan pemain lokal dan pemain naturalisasi karena kualitasnya tak jauh berbeda dan memiliki kontribusi yang sama untuk tim.

Ada tiga pemain naturalisasi yang dikomentari Bung Towel, berkaca dari pertandingan lawan Filipina. Pertama, adalah Shayne Pattynama.

"Shayne Pattynama sama Pratama Arhan kalau memang Shayne Pattynama di atas Pratama Arhan, kenapa babak kedua diganti? Waktu lawan Filipina, artinya kan 50:50," jelasnya, dikutip dari kanal YouTube Sportify Indonesia, Rabu, (29/11/2023).

Lalu, Bung Towel menyoroti pemain KV Mechelen, Sandy Walsh yang tak dimainkan penuh oleh Shin Tae-yong.

"Marc Klok di tengah tidak tergantikan, tapi kemarin digantikan Sandy Walsh. Tapi Sandy Walsh main 30 menit (babak pertama), berarti kan engga mutlak keunggulan itu," sambungnya.

Terakhir, Bung Towel menyinggung striker Timnas Indonesia Rafael Struick. Ia menyebut kualitas Rafael tak jauh beda dengan Ramadhan Sananta.

"Rafael Struick kan enggak kelihatan bahwa Rafael Struick seperti Lewandowski yang sangat jomplang. Ramadhan Sananta enggak keliatan terlalu jauh juga (kualitasnya seperti Struick)," tutupnya.

Baca Juga: Muncul di Akun Resmi BRI Liga 1, Radja Nainggolan Resmi Gabung Bhayangkara FC?

Load More