Dalam perjalanannya yang diprediksi berdurasi 12 jam, pesawat terbang rendah demi menghindari terjangan angin, sembari mengikuti sebuah pesawat Lancastrian yang memandu dari gangguan cuaca. Namun pesawat pemandu itu ternyata tetap tertiup angin kencang, hingga harus terbang menempuh risiko dengan sisa bahan bakar menuju Bermuda. Pesawat itu akhirnya sampai dengan selamat pada sekitar pukul 4 pagi, namun tidak demikian dengan Star Tiger. Sosoknya tak kelihatan dan kabarnya tak pernah terdengar lagi.
Salah satu analisis menyebutkan bahwa lantaran rendahnya pesawat itu terbang, sebuah terpaan angin kuat kemungkinan mendorongnya ke laut. Kemungkinan lain adalah terjadi masalah pada altimeter, yang ditambah dengan keletihan pilot karena penerbangan panjang, membuat pesawat akhirnya justru jatuh ke laut.
5. Misteri Penerbangan Nomor 191
Yang ini tidak terkait satu penerbangan saja, tapi berhubungan dengan beberapa penerbangan bernomor 191, sepanjang lebih dari 40 tahun. Salah satunya tergolong kecelakaan paling mematikan dalam sejarah penerbangan AS, yaitu American Airlines Flight 191 yang jatuh pada tahun 1979. Jatuh hanya dalam hitungan menit sejak take-off dari Bandara Internasional O'Hare di Chicago, kecelakaan pesawat ini menewaskan semua penumpang (258) dan krunya (13 orang).
Tragedi penerbangan 191 lainnya melibatkan pesawat eksperimen X-15 flight 191, yang jatuh pada tahun 1967 dan menewaskan pilotnya. Lalu ada flight 191 milik JetBlue Airways yang mengalami kecelakaan pada 2012, di mana kaptennya sempat panik hingga harus dipegangi oleh sejumlah penumpang. Belakangan, beberapa maskapai yang percaya pada angka sial, tidak mau lagi memakai nomor penerbangan 191.
4. Misteri hilangnya pesawat Star Ariel
Ini lagi-lagi menyangkut sebuah pesawat di bawah maskapai BSAA, serta masih berkaitan dengan Segitiga Bermuda. Tepatnya, pesawat bernama Star Ariel yang masih sejenis dengan Star Tiger, ini terbang pada 17 Januari 1949, dari Bermuda menuju Jamaika. Bedanya, pesawat ini terbang dalam kondisi cuaca cerah tanpa turbulensi, namun sepanjang perjalanan terganggu oleh masalah komunikasi.
Star Ariel akhirnya tak sampai ke tujuannya. Upaya pencarian dan penyelamatan pun sia-sia, sebelum akhirnya dihentikan sama sekali pada 25 Januari, delapan hari sejak pesawat itu terbang. Sebuah investigasi kemudian mencatatkan kesimpulan penyebab kecelakaan "tak diketahui".
Namun begitu, Don Bennett, seorang mantan direktur di BSAA, mengklaim bahwa Star Ariel dan juga Star Tiger sebenarnya disabotase oleh pihak penyabotase era perang. Dia juga menuturkan bahwa Perdana Menteri (PM) Inggris Clement Attlee-lah yang secara pribadi menyuruh penghentian penyelidikan atas kedua kecelakaan tersebut.
3. Tragedi flight 571 di Pegunungan Andes
Sebuah pesawat carteran milik AU Uruguay bernomor penerbangan 571, terbang membawa 45 penumpang dan kru, termasuk di antaranya tim Rugby Union dari Montevideo. Terkena cuara buruk, pesawat mengalami kecelakaan dan menabrak Pegunungan Andes.
Sebanyak 12 orang tewas di tempat saat itu, sementara 6 orang lagi tewas beberapa hari kemudian. Lantas, 8 orang lainnya tewas ketika sebuah longsoran salju menimpa reruntuhan pesawat di mana mereka berlindung. Namun di tengah kondisi yang sangat buruk itu, sisa 16 orang lainnya mampu terus bertahan hidup, khususnya dengan terpaksa menjadi kanibal memanfaatkan mayat penumpang lainnya yang telah mati.
Baru 72 hari kemudian mereka ditemukan, setelah dua di antaranya melakukan perjalanan 10 hari melintasi pegunungan dan berjumpa seorang pedagang Cile yang melintas. Orang itulah yang memberi mereka makanan dan kemudian menghubungi pihak berwenang. Kisah kecelakaan ini pun kemudian diangkat ke dalam film layar lebar pada tahun 1993 berjudul Alive.
2. Penerbangan nomor 990 EgyptAir
Pesawat EgyptAir dengan nomor penerbangan 990, yang bertolak dari Bandara Internasional John F Kennedy di New York, menuju Kairo, Mesir, pada 31 Oktober 1999, mengalami kecelakaan tragis. Pesawat Boeing 767 itu jatuh ke Lautan Atlantik di sebelah selatan Massachusetts, menewaskan keseluruhan 217 penumpang dan krunya, serta menyisakan sejumlah catatan aneh sekaligus misterius.
Gamil el-Batouty, co-pilot di penerbangan tersebut, dituduh melakukan tindakan pelecehan seksual oleh seorang pejabat eksekutif EgyptAir yang juga menjadi penumpang di pesawat itu. Kepala pilot maskapai yang saat itu bertugas, Hatem Rushdy, lantas terdengar mengatakan kepada el-Batouty bahwa ini adalah "penerbangan terakhirmu", yang dijawab sang co-pilot dengan perkataan "ini juga penerbangan terakhirmu".
Belakangan, ketika sang pilot kepala meninggalkan tempatnya untuk ke toilet, rekaman penerbangan mencatat perkataan lirih el-Batouty. "Aku berserah kepada Tuhan," katanya, sebelum kemudian mematikan sistem autopilot dan mengarahkan hidung pesawat menukik ke bawah.
el-Batouty masih terdengar mengulangi lagi perkataannya itu seakan siap bunuh diri, dengan kondisi pesawat terus menukik. Sang kapten sempat kembali ke tempatnya, namun gagal mengembalikan pesawat ke posisi aman dan akhirnya jatuh menghajar permukaan laut.
Dewan Keamanan Transportasi Nasional AS dalam hasil investigasinya menyimpulkan bahwa kecelakaan itu terjadi akibat tindakan dari el-Batouty. Namun mereka tidak menjelaskan apa sebenarnya motifnya.
1. Jatuhnya flight 447 Air France
Sebuah pesawat Airbus A330 dari Rio de Janeiro menuju Paris, terbang membawa total 288 penumpang dan kru, pada tahun 2009 lalu. Namun pesawat itu harus mengalami kecelakaan tragis di atas Lautan Atlantik, yang diyakini menewaskan semua orang di dalamnya.
Laporan akhir dari penyelidikan kecelakaan ini menyebut bahwa kristal es mengganggu silinder (mesin) pesawat tersebut, yang lantas membuat sistem autopilot-nya mati. Pilot dan kru pesawat sempat coba mengatasi situasi, namun tak berhasil, sebelum akhirnya pesawat harus jatuh ke lautan.
Dalam beberapa bulan upaya penyelamatan pasca-kecelakaan itu, sebanyak 50 mayat berhasil ditemukan di laut. Kotak hitam pesawat itu sendiri akhirnya berhasil ditemukan pada Mei 2011, ditambah sebanyak 104 mayat lainnya. Namun mayat 74 penumpang lainnya tak pernah bisa ditemukan. (Mirror.co.uk)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun
-
Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia
-
Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade
-
BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga