Suara.com - Kereta Api Malabar dengan nomor lokomotif 086 anjlok akibat adanya longsoran tanah di KM 224+0/1 yang dilaluinya. Hal itu disampaikan oleh Humas PTKA Daop II Bandung Zunerfin.
"KA Malabar yang anjlok terdiri dari satu unit lokomotif dan empat kereta serta satu kereta makan. Penyebabnya karena ada longsor di jalur itu," kata Zunerfin di Bandung, Jumat (4/4/2013).
Menurut Zunerfin, KA Malabar yang mengalami anjlok pada pukul 18.06 WIB tersebut sedang dalam perjalanan dari Bandung ke Malang. KA dengan rute terpanjang di Daop II Bandung itu berangkat dari Stasiun Bandung pukul 15.30 WIB.
Terkait kondisi terakhir dari KA yang mengalami anjlok tersebut, pihaknya masih menunggu hasil penanganan di lokasi. Regu Terbang PTKA langsung dikerahkan ke lokasi kejadian baik dari Stasiun Tasikmalaya maupun dari Bandung dan Garut.
"Prioritas pertama penanganan penumpang," kata Zunerfin.
Juru bicara PTKA Daop II Bandung itu menyebutkan, kawasan anjlok tersebut merupakan salah satu kawasan rawan gerakan tanah.
"Malam ini tim dikerahkan untuk menangani kejadian itu, kita berkoordinasi dengan aparat di daerah," katanya.
Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas KA di jalur selatan terganggu.
"Curah hujan di jalur selatan dalam beberapa hari terakhir ini cukup tinggi," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?