Suara.com - Sebanyak 13 rangkaian kereta api lintas selatan harus memutar akibat kecelakaan yang menimpa KA Malabar di Tasikmalaya, Jawa Barat. Informasi tersebut disampaikan Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah, Surono.
"Ada tujuh rangkaian KA dari timur dan enam rangkaian dari barat (Bandung) yang harus memutar melalui Cirebon," kata Surono, di Purwokerto, Jumat (4/4/2014) malam.
Menurut dia, tujuh rangkaian KA dari timur tersebut, yakni KA Serayu Malam jurusan Purwokerto-Bandung-Jakarta, KA Lodaya Malam jurusan Solo Balapan-Bandung, KA Malabar jurusan Malang-Bandung, KA Kahuripan jurusan Kediri-Kiaracondong, KA Mutiara Selatan jurusan Surabaya-Bandung, KA Turangga jurusan Surabaya-Bandung, dan KA Pasundan jurusan Surabaya-Kiaracondong.
Sementara enam KA dari arah barat terdiri KA Serayu Malam jurusan Jakarta-Bandung-Purwokerto, KA Mutiara Selatan jurusan Bandung-Surabaya, KA Turangga jurusan Bandung-Surabaya, KA Kahuripan jurusan Kiaracondong-Surabaya, KA Kutojaya Selatan jurusan Kiaracondong-Kutoarjo, dan KA Lodaya Malam jurusan Bandung-Surabaya.
Surono melanjutkan, KA Pasundan jurusan Surabaya-Kiaracondong yang telah sampai Stasiun Tasikmalaya dan KA Serayu Malam jurusan Purwokerto-Bandung-Jakarta yang telah sampai di Stasiun Banjar harus balik ke Kroya untuk memutar melalui Cirebon.
"Oleh karena harus memutar, setiap rangkaian KA rata-rata mengalami keterlambatan sekitar dua jam," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, KA Malabar (KA 86) jurusan Bandung-Malang terguling di jalur rel Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, yang berbatasan dengan Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat, sekitar pukul 19.00 WIB. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan