Suara.com - Pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) resmi mendaftar sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin (19/5/2014) sekitar pukul 14.35 WIB.
"Pada siang hari ini, kami PDI Perjuangan beserta mitra pendukungnya, yaitu Partai NasDem, PKB dan Hanura, secara resmi mendaftarkan capres-cawapres kami, Jokowi-Jusuf Kalla," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Puan Maharani.
Puan menambahkan pasangan Jokowi dan JK akan mengikuti semua aturan dan persyaratan.
"Sehingga yang amanah, bersih dan mempunyai komitmen kepada rakyat untuk mengawal sistem presidensial," katanya.
Puan berharap kelak setelah Jokowi dan JK menang di Pemilu Presiden 2014, Indonesia semakin hebat.
"Indonesia Hebat, Indonesia Raya di bawah dukungan pilihan rakyat seluruh Indonesia," katanya.
Jokowi dan JK dideklarasikan menjadi pasangan capres dan cawapres di Gedung Joang 45 di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat. Mereka didukung PDI Perjuangan, Partai Nasional Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura.
Pasangan Jokowi dan JK akan bertarung dengan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang didukung Partai Gerindra, PPP, PAN, PKS, Partai Golkar, dan PBB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun