- Rupiah dibuka menguat ke level Rp17.974 per dolar AS di pasar keuangan pada Rabu, 5 Agustus 2026.
- Analis Lukman Leong menyatakan penguatan terjadi akibat data tenaga kerja AS yang lemah serta optimisme Selat Hormuz.
- Sejumlah mata uang Asia lainnya turut mencatatkan kinerja positif terhadap dolar AS pada hari yang sama.
Suara.com - Pembukaan rupiah menunjukkan zona hijau di pasar keuangan. Mata uang Garuda pun menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Rabu 5 Agustus 2026 dibuka ke level Rp17.974 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 53 poin atau 0,29 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp18.027 dolar AS.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan ini disebabkan oleh faktor global. Apalagi, laporan bulanan dari Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat atau Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang membuat Dolar AS tertekan.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOTLS) yang lebih lemah dari perkiraan," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia pun menambahkan, optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz membuat dolar AS tertekan. Namun, penguatan akan bersifat terbatas dikarenakan ada laporan pertumbuhan ekonomi.
"Setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan. Meski , penguatan diperkirakan terbatas menjelang rilis data PDB Indonesia kuartal 2 siang ini. Range Rp17.900-Rp18.050," jelasnya.
Tidak hanya rupiah yang menguat. Mata uang Asia lainnya juga mencatatkan kinerja positif terhadap Dolar AS. Dolar Taiwan menjadi salah satu mata uang paling kuat di Asia dengan menanjak 0,41 persen.
Disusul oleh peso Filipina yang naik 0,36 persen. Lalu ada won Korea 32 persen, ringgit Malaysia yang menguat 0,13 persen. Diikuti oleh yen Jepang 0,07 persen.
Selain itu, bath Thailand 0,05 persen dan dolar Singapura yang menguat tipis 0,02 persen. Sedangkan dolar Hongkong melemah tipis 0,01 persen.
Baca Juga: Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000
Berita Terkait
-
Kegiatan Usaha PFII Pakai Dolar AS, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah di Tengah Pelemahan
-
Paling Lemah di Asia, Rupiah Terus Keok Lawan Dolar AS
-
Rupiah Berbalik Melemah pada Kamis Sore, Harga Minyak Jadi Biang Kerok
-
Rupiah Bangkit Lawan Dolar AS Imbas Sentimen Domestik Membaik
-
BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi
-
Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya
-
Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis
-
4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
-
Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah
-
Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau
-
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan