Bisnis / Keuangan
Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:37 WIB
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Rupiah dibuka menguat ke level Rp17.974 per dolar AS di pasar keuangan pada Rabu, 5 Agustus 2026.
  • Analis Lukman Leong menyatakan penguatan terjadi akibat data tenaga kerja AS yang lemah serta optimisme Selat Hormuz.
  • Sejumlah mata uang Asia lainnya turut mencatatkan kinerja positif terhadap dolar AS pada hari yang sama.

Suara.com - Pembukaan rupiah menunjukkan zona hijau di pasar keuangan. Mata uang Garuda pun menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Rabu 5 Agustus 2026 dibuka  ke level Rp17.974  per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 53 poin atau 0,29 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp18.027 dolar AS.  

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan ini disebabkan oleh faktor global. Apalagi, laporan bulanan dari Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat atau Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang membuat Dolar AS tertekan.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOTLS) yang lebih lemah dari perkiraan," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia pun menambahkan, optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz membuat dolar AS tertekan. Namun, penguatan akan bersifat terbatas dikarenakan ada laporan pertumbuhan ekonomi.

"Setelah  muncul laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan. Meski , penguatan diperkirakan terbatas menjelang rilis data PDB Indonesia kuartal 2 siang ini. Range Rp17.900-Rp18.050," jelasnya.

Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]

Tidak hanya rupiah yang menguat. Mata uang Asia lainnya juga mencatatkan kinerja positif terhadap Dolar AS. Dolar Taiwan menjadi salah satu mata uang paling kuat di Asia dengan menanjak 0,41 persen.

Disusul oleh peso Filipina yang naik 0,36 persen. Lalu ada won Korea 32 persen, ringgit Malaysia yang menguat 0,13 persen.  Diikuti oleh yen Jepang 0,07 persen.

Selain itu, bath Thailand 0,05 persen dan dolar Singapura yang menguat tipis 0,02 persen. Sedangkan dolar Hongkong melemah tipis 0,01 persen.

Baca Juga: Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000

Load More