Suara.com - Kementerian Perhubungan mencatat tingkat kecelakaan dari H-6 sampai H+5 mencapai 2.741 kejadian dengan korban meninggal dunia mencapai 538 orang.
Walaupun diakui tren kecelakaan terus menurun dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 3.200 kejadian dengan 686 korban meninggal dunia, hal itu tetap menjadi catatan untuk mengevaluasi kinerja untuk arus mudik dan balik lebaran tahun depan.
Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, dilihat dari kejadian menonjol, hanya angkutan jasa kereta api yang tidak mengalami masalah dengan angka penjualan tiket paling banyak
"Berarti masyarakat sudah sadar untuk menggunakan jasa kereta api saat mudik ketimbang menggunakan sepeda motor, karena sepeda motor merupakan angkutan lebaran yang paling banyak mengalami kecelakaan," ujar Mangindaan, di Gedung Kemenhub, Jakarta Pusat, Senin (4/08/2014).
Dia menambahkan, untuk itu Kemenhub akan mengevaluasi kinerja untuk arus mudik dan balik tahun depan, demi kenyamanan masyarakat dengan menambah armada kereta api dan progam mudik gratis untuk lebaran tahun depan.
"Evaluasinya, kita akan menambah armada kereta api dan beberapa progam mudik gratis yang menggunakan angkutan laut jasa moda kapal laut bagi masyarakat untuk arus mudik dan balik lebaran tahun depan," ungkapnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M
-
Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan
-
Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol
-
Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh
-
Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone
-
KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas
-
Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung
-
Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M
-
Mendagri 5 Hari Hadir di NTT: Pemerintah Pusat Enggak Akan Tinggal Diam, Kita 'Keroyok' Semua!
-
AI Ubah Cara Konsumen Cari Brand, Bisnis Dituntut Makin Adaptif